Poster seri drama The Good Doctor versi Amerika Serikat (atas kiri), Jepang (kiri bawah) dan Korea (kanan) (Dok. Prime Video dan Asianwiki)
JawaPos.com - Dunia medis diisi oleh orang-orang terpintar dan tercerdas di dunia. Semua orang dapat belajar tentang obat, tapi untuk menjadi dokter spesialis, seseorang harus melalui banyak rintangan.
Selain itu, dunia medis juga tidak terlewat dari sifat diskriminasi terhadap banyak hal. Seperti jenis kelamin, ras, status, hingga kondisi mental seseorang.
Karena itu, kita jarang bertemu dengan banyak macam dokter atau ahli medis dari berbagai latar belakang. Namun, diskriminasi tersebut tidak akan menghentikan seseorang untuk mencapai cita-cita mereka.
Sama seperti yang dapat kita lihat di seri The Good Doctor. Seri drama medis yang berasal dari Korea Selatan ini sangat terkenal hingga mendapatkan adaptasi di Amerika Serikat dan Jepang, serta setiap adaptasinya memiliki sedikit perbedaan.
Baca Juga: Sinopsis Film Before Sunrise, Ketika Dua Orang Asing Menjadi Cerita
Good Doctor - Korea (2013)
Di versi original Korea Selatan, kita akan bertemu dengan Park Shion (Joo Won) yang memiliki disabilitas perkembangan, sehingga ia memiliki usia mental 10 tahun.
Namun ia juga memiliki sindrom savant. Yang membantunya belajar dan mendalami ilmu kedokteran demi menjadi dokter bedah anak.
Shion dibantu oleh Dr Choi Wooseok (Cheon Hojin), yang mengenalnya sejak kecil dan mengetahui latar belakangnya. Shion juga sering mengunjungi Dr Wooseok di kliniknya, disana Shion membaca hampir semua buku-buku medis milik Dr Wooseok.
Begitu Shion dewasa, ia pindah ke Seoul untuk melaksanakan residensinya di Rumah Sakit Universitas Sungwon. Disana ia akan melanjutkan pelatihan dan pendidikannya untuk menjadi dokter bedah.
Namun, ketika ia sampai di Stasiun Seoul, seorang anak mengalami luka yang sangat parah akibat kejatuhan atap kaca.
Walaupun Shion sendiri belum pernah melakukan operasi sebelumnya, ia dapat melakukan pertolongan pertama untuk anak tersebut sebelum dibawa ke ruang operasi. Shion dapat melakukan hal ini melalui di buku-buku ia baca.
Mengetahui kondisi mental Shion, para dewan rumah sakit menolak permintaan Dr. Wooseok untuk menerimanya sebagai residen. Sampai akhirnya video yang menunjukkan proses pertolongan pertama Shion menjadi tenar, dan rumah sakit didatangi oleh banyak reporter.
Berkat publisitas itu, para rektor rumah sakit mau memberikan Shion periode enam bulan untuk membuktikan bahwa ia dapat menjadi dokter yang baik.
Good Doctor - Amerika Serikat (2017-2024)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
