Ilustrasi paduan suara bertema Hari Raya Natal (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Hari Raya Natal merupakan salah satu perayaan besar dalam agama Kristen, yang diperingati secara meriah untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus. Pada hari ini, umat Kristen berkumpul di gereja untuk mengadakan ibadah (Misa dalam Gereja Katolik) sebagai bentuk perayaan spiritual bersama.
Dalam ibadah, khususnya di Gereja Katolik, lagu-lagu pujian atau doksologi memiliki peran penting. Doksologi ini selalu mendapatkan kesempatan untuk dinyanyikan. Dilansir dari New Advent, terdapat berbagai versi doksologi yang telah dilestarikan dan dinyanyikan, mulai dari yang tertua dalam bahasa Yunani hingga komposisi baru dalam beragam bahasa. Lagu-lagu ini kemudian dikumpulkan dan melalui proses penerjemahan agar dapat dinyanyikan oleh umat Kristen di seluruh dunia.
Contohnya adalah lagu "Les anges dans nos campagnes" yang berasal dari bahasa Perancis, kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa lain untuk memperkaya perayaan Natal global.
Para Malaikat Bernyanyi
Dilansir dari Hymnology Archive, teks lagu ini pertama kali dipublikasikan dalam Noels français et provençaux, diedit oleh Pendeta Pere Roche pada tahun 1805. Di versi paling awal sudah terdapat lirik "Gloria in excelsis Deo."
Koleksi Pendeta Roche ini telah melalui banyak revisi dan memiliki empat edisi selanjutnya. Pada halaman judul terdapat pesan bahwa mereka "telah menambahkan beberapa lagu (Natal) lain yang belum pernah diterbitkan."
Perlu diingat bahwa Pendeta Roche bukanlah penulis maupun pencipta lagu-lagu yang ada dalam koleksi tersebut. Ia hanya mempublikasikannya dalam bentuk buku.
Dilansir dari Mississippi Conference of the United Methodist Church, diketahui bahwa orang-orang Perancis sangat menyukai lagu-lagu Natal.
Salah satu lagu yang menjadi favorit adalah sebuah lagu yang berdasarkan ayat Alkitab, lebih tepatnya Lukas 2:14. Dimana refrain "Angels we have heard on high" (Para malaikat bernyanyi) diambil dari ayat tersebut.
Lagu yang sudah dikenal oleh orang-orang Perancis sejak abad ke delapan belas ini akhirnya dirilis di Amerika Utara pada tahun 1819. Di tahun itu, Keuskupan Quebec mempublikasikan "Nouveau recueil de cantiques" (himne baru).
Dari banyak lagu-lagu Natal di dalam koleksi tersebut, semuanya berakar dari sumber yang sama, yaitu ayat Lukas 2:6-20.
Versi asli lagu "Les anges dans nos campagnes" memiliki delapan stanza yang diatur seakan-akan terjadi dialog di antara para gembala dan para perempuan di Bethlehem.
Karena lagu ini adalah salah satu lagu tradisional orang-orang Perancis, penulis aslinya tidak benar-benar diketahui. Tapi setidaknya kita mengetahui siapa penerjemahnya ke Bahasa Inggris.
Dilansir dari Musicology for Everyone, Pastor James Chadwick (1813-1882) adalah salah satu uskup dari Hexham dan Newcastle.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
