Poster film The Nightmare Before Christmas (1993) (Dok. IMDb)
JawaPos.com - Pada tiga bulan terakhir setiap tahunnya, Oktober, November dan Desember, banyak negara merayakan banyak hal. Dua di antaranya adalah Halloween dan Natal.
Halloween adalah sebuah perayaan yang dipenuhi dengan hal-hal seram, seperti hantu, monster, dan kejahilan. Sedangkan Natal sebaliknya, dipenuhi dengan kehangatan dan keluarga.
Ada yang hanya merayakan salah satunya, ada yang merayakan keduanya. Lalu ada pula yang merayakan keduanya secara terpisah hingga dipadukan. Walaupun begitu, untuk merayakan setiap perayaan ini terkadang dibutuhkan persiapan yang sangat panjang.
Di Kota Halloween, para penduduknya yang berisikan makhluk-makhluk seram dipimpin oleh Jack Skellington (Chris Sarandon), tengkorak dengan julukan Raja Labu.
Setelah memimpin kotanya ini selama dalam waktu yang lama, ia mulai merasa bosan dengan rutinitasnya ini.
Jack merasa bosan dengan jeritan, ketakutan, dan keseraman yang merupakan ciri khas kota serta penduduknya ini. Yang justru para penduduknya sangat bangga dengan kemampuan dan tradisi mereka membuat takut orang-orang.
Bersama dengan hantu anjing peliharaannya, Zero, Jack berjalan-jalan ke hutan jauh dari pemukiman warga dan Kota Halloween. Lalu mereka menemukan sebuah lingkaran pohon dengan pintu di batangnya.
Setiap pintunya menuju kota-kota lain yang bertugas untuk merayakan hari-hari raya tahunan lainnya. Seperti Hari Valentine, Hari Santo Patrick, Hari Paskah, Tranksgiving, dan Hari Natal. Jack sangat tertarik dengan pintu yang berbentuk Pohon Natal, dan ia membuka portal menuju Kota Natal.
Di Kota Natal ini, Jack melihat banyak sekali hal-hal baru dan merangsang keingintahuannya. Kota ini sangat berbeda dengan kota asalnya, dipenuhi warna, ditutupi salju, namun hangat di hati.
Saat Jack kembali ke Kota Halloween, ia segera membagikan penemuannya kepada para warga Kota Halloween dan keinginannya untuk mengenal Natal.
Namun, seluruh penduduk Hota Halloween tidak mengenal konsep hadiah Natal, karakteristik anak baik, bahkan warna-warni lampu Natal. Jack pun juga selalu gagal untuk mengerti makna Natal.
Merasa frustasi dengan kegagalannya, Jack memutuskan bahwa ia tidak perlu memahami Natal untuk merayakannya. Ternyata caranya untuk merayakan hari tersebut malah merusak segalanya.
Melalui film The Nightmare Before Christmas, kita dapat melihat bagaimana seseorang dapat menemukan jati dirinya melalui proses yang dapat merusak dirinya, hanya karena ketidakpahaman tepat. Namun, kita juga dapat melihat bagaimana kita dapat menolong mereka yang melalui hal ini.
Dilansir dari IMDb, film ini terinspirasi oleh puisi karya Tim Burton, pencipta film, ketika ia melihat bagaimana produk-produk bertema Halloween begitu cepatnya digantikan dengan barang-barang bertema Natal di toko-toko.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022