
Whisnu Santika. (Istimewa)
JawaPos.com - Lanskap musik Tanah Air terus mengalami transformasi seiring bergesernya selera pendengar, khususnya di kalangan generasi muda. Musik koplo dan Indonesian Bounce Music (IBM), yang sebelumnya kerap dianggap sebagai hiburan pinggiran atau sekadar guilty pleasure, kini semakin diterima luas dan berkembang menjadi bagian dari identitas budaya anak muda Indonesia.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari peran platform digital, tumbuhnya komunitas musik, serta keterkaitan yang semakin erat antara musik dan gaya hidup. Indonesian Bounce Music kini tak hanya hadir dalam daftar putar pribadi, tetapi juga meramaikan berbagai ruang hiburan, mulai dari klub malam hingga festival berskala besar.
“Lebih dari sekadar genre musik, Indonesian Bounce Music kini berkembang menjadi medium ekspresi yang merepresentasikan keberagaman, kebersamaan, dan semangat generasi masa kini. Di tengah berbagai stigma yang pernah melekat pada musik koplo dan turunannya, semakin banyak anak muda yang menjadikan Indonesian Bounce Music sebagai bagian dari identitas budaya yang mereka banggakan,” ungkap Reza Lubis, Festival Director Primaria Fest.
Berangkat dari fenomena tersebut, Primaria Fest hadir sebagai wadah yang memberikan ruang terbuka bagi para penikmat Indonesian Bounce Music untuk mengekspresikan diri tanpa batasan stigma.
Festival ini tidak hanya menawarkan hiburan musik, tetapi juga menghadirkan pengalaman kolektif yang mendorong pengunjung untuk bernyanyi, berjoget, berinteraksi, dan menikmati atmosfer kebersamaan dalam lingkungan yang aman dan positif.
Primaria Fest memandang Indonesian Bounce Music sebagai representasi kreativitas budaya populer Indonesia yang memiliki ciri khas kuat dan kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, festival ini ingin menghadirkan panggung yang lebih besar bagi genre tersebut sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap karya musik lokal serta memperluas pengenalannya ke tingkat internasional.
Memanfaatkan momentum yang tengah berkembang, Primaria Fest 2026 akan digelar di Sukabumi dengan konsep yang berfokus pada penguatan eksistensi Indonesian Bounce Music melalui pengalaman hiburan yang interaktif dan melibatkan audiens secara langsung.
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026 di Stadion Surya Kencana, Sukabumi. Tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, festival ini juga dirancang agar pengunjung dapat terlibat aktif dalam berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman acara.
“Kami ingin menghadirkan format festival yang tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman kolektif yang terasa lebih dekat, personal, dan partisipatif. Kami percaya Indonesian Bounce Music memiliki karakter yang unik dan autentik sebagai bagian dari budaya populer Indonesia yang patut dibanggakan bersama,” imbuh Reza.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022