Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 13.15 WIB

Sinopsis Film Hidden Figures (2016): Mengenal Tiga Sosok Perempuan Hebat dalam Sejarah NASA

Dua versi poster film Hidden Figures (2016) (IMDb dan Rottentomatoes.com) - Image

Dua versi poster film Hidden Figures (2016) (IMDb dan Rottentomatoes.com)

JawaPos.com - Mereka yang mengetahui sejarah politik internasional pasti tidak asing dengan Perang Dingin. Dalam perang ini, tidak ada aksi tembak menembak menggunakan senjata, namun ada persaingan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet dimana mereka memperadukan ideologi mereka, yaitu kapitalisme dan komunisme. 

Karena tidak ada konfrontasi terbuka antara kedua belah pihak, mereka sering melakukan spionase, perlombaan senjata dan melakukan perang kecil-kecilan di tempat lain. 

Salah satu area pertandingan ini adalah luar angkasa. Uni Soviet dan Amerika Serikat sejak tahun 60-an berlomba-lomba menguasai langit dengan membangun pesawat-pesawat roket luar angkasa. 

Amerika Serikat memiliki banyak sekali tokoh berpengaruh dalam sejarah teknik luar angkasanya, namun sebagian besar dari mereka sering kali dilupakan. Atau dengan sengaja tidak mencatat peran mereka. 

Katherine Goble Johnson (Taraji P. Henson), seorang ahli matematika, bekerja di NASA bersama kedua teman dekatnya, Mary Jackson (Janelle Monae) dan Dorothy Vaughan (Octavia Spencer). 

Mereka bertiga bekerja sebagai asisten "komputer" di area yang tersegregasi. Pada masa itu, masih dipraktekkan pemisahan antara warna kulit, sehingga Katherine, Mary dan Dorothy ditempatkan di area paling jauh karena mereka memiliki kulit gelap. 

Suatu hari Katherine dan Mary dipindahkan ke divisi-divisi baru. Katherine dipindahkan ke Space Task Group, dimana ia akan membantu menghitung seluruh perhitungan yang dibutuhkan agar pesawat mereka dapat lepas landas dan mendarat dengan selamat. Sedangkan Mary ditempatkan di divisi yang sangat ia inginkan, yaitu teknisi pesawat roket. Tentunya mereka berdua menjadi perempuan kulit gelap pertama di sana. 

Di kedua tempat baru ini, Katherine dan Mary harus menghadapi diskriminasi. Tidak hanya karena mereka berkulit gelap, tapi juga karena mereka perempuan. 

Tidak hanya para rekan-rekannya tidak mau berbagi kopi dengan teko yang sama, Katherine harus berlari-lari dari kantor barunya kembali ke gedung lamanya hanya karena tidak ada kamar kecil untuk pegawai kulit berwarna di gedung tersebut. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore