JawaPos Radar | Iklan Jitu

GARDA: Tarif Grab ke Pengemudi Lebih Rendah daripada Gojek

06 Desember 2018, 20:42:18 WIB | Editor: Saugi Riyandi
GARDA: Tarif Grab ke Pengemudi Lebih Rendah daripada Gojek
Driver Gojek (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com -- Tarif per kilometer yang diterima mitra pengemudi Grab Bike ternyata lebih rendah daripada Gojek. Berdasarkan komparasi oleh Gerakan Aksi Roda Dua (GARDA) di lapangan, tarif Grab Bike yang diterima pengemudinya Rp 1.200 per kilometer untuk perjalanan jarak dekat, adapun tarif Go-Jek Rp 1.600. 

"Memang tarif Gojek untuk mitra pengemudi masih lebih tinggi ketimbang tarif Grab sejak dulu. Bahkan, sampai akhirnya Gojek ikut menurunkan tarif jadi Rp 1.600 per kilometer (tetap masih lebih tinggi)," kata Presidium GARDA Igun Wicaksana, di Jakarta, Kamis (6/12).

Igun menilai penyesuaian tarif untuk mitra pengemudi yang dilakukan Gojek, jelas dipicu oleh tarif Grab yang sudah lebih dulu terlampau rendah. Penetapan tarif bagi pengemudi yang terlampau rendah, kata Igun melanjutkan, adalah bukti kalau Grab tidak memperhatikan aspek kemanusiaan mitranya. 

Tarif yang sangat rendah membuat pengemudi dipaksa bekerja lebih keras, sehingga akhirnya berpengaruh pada sisi keamanan dan pelayanan. Akibat dari terlampau keras bekerja demi mengejar insentif yang layak, pengemudi bisa kelelahan dan memicu kecelakaan di jalan.

"Ini yang tidak pernah dipikirkan oleh Grab, bahwa tarif sangat murah itu justru berpengaruh pada keamanan," kata Igun.

Persoalan tarif yang terlalu rendah ini pun memicu fenomena perpindahan pengemudi Grab ke Gojek. Mereka memutuskan migrasi karena merasa tidak ada perhatian dari manajemen Grab terhadap nasib mitranya. Faktor ekonomi dan jaminan kesejahteraan memang menjadi alasan utama adanya migrasi tersebut.

"Itu tindakan yang sangat rasional dari para pengemudi. Ketika merasa tidak ada jaminan kesejahteraan, tentu mereka melihat opsi lain," ujar Igun.

Sebelumnya, Managing Director Grab Indonesia Rizki Kramadibrata mengkritik kebijakan Gojek yang melakukan penyesuaian tarif. Dia mengklaim bahwa Grab telah mengupayakan kesejahteraan tak hanya dengan skema tarif, tapi dengan memangkas pengeluaran mitranya. Namun, ternyata tarif yang diterima pengemudi Grab justru lebih rendah daripada Gojek, dan  Rizki menyatakan belum berencana menaikkan lagi tarif tersebut.

"Tarif adalah salah satu komponen kesejahteraan, dan kami menaikkan komponen tarif dengan sangat hati-hati," kata Rizki.

Menanggapi hal itu, VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Reza Say menyatakan bahwa penyesuaian tarif dilakukan untuk mengikuti kondisi pasar, guna menjaga daya saing mitra pengemudi agar tetap menjadi pilihan konsumen.

"Dan tarif yang dibayarkan Go-Jek ke mitra driver saat ini tetap masih yang tertinggi di pasaran," kata Michael.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up