JawaPos Radar | Iklan Jitu

Survei LSI Denny JA

Program Petahana Lebih Dikenal Masyarakat Dibandingkan Prabowo-Sandi

06 Desember 2018, 17:51:00 WIB | Editor: Estu Suryowati
Program Petahana Lebih Dikenal Masyarakat Dibandingkan Prabowo-Sandi
Survei LSI Denny JA memotret keterkenalan program kedua pasangan calon peserta Pilpres 2019. Hasilnya, program petahana lebih dikenal masyarakat luas ketimbang Prabowo-Sandi. (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Memasuki dua bulan masa kampanye, program kerja pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga ternyata belum banyak terdengar oleh masyarakat luas. Padahal, paslon yang disingkat PADI tersebut telah masif melakukan kampanye politik ke sejumlah daerah.

Fakta itu terpotret dalam hasil temuan survei nasional Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang digelar 10-19 November 2018. Hasilnya, tingkat keterkenalan program Prabowo-Sandi masih di bawah 30 persen.

Adapun sejumlah program Prabowo-Sandi yang dianggap paling populer adalah OK OCE yang akan dinasionalkan, Gerakan Emas Minum Susu, Pelarangan Impor, Kenaikan Gaji PNS, dan Pengangkatan Guru Honorer. Namun, keterkenalan program-program tersebut masih di bawah 30 persen.

"Program kerja Prabowo-Sandi belum masif terdengar," kata peneliti LSI Rully Akbar di Kantor LSI, Jakarta Timur, Kamis (6/12).

Sementara itu, kata Rully, kubu petahana justru lebih diuntungkan dengan berbagai program yang sudah berjalan selama empat tahun terakhir. Program kerja yang dianggap populer adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beras Sejahtera (Rastra), dan Program Keluarga Harapan (PKH). Keterkenalan semua program petahana di atas 50 persen.

"Namun demikian, program-program ini belum dikampanyekan secara masif sebagai bagian dari success story Jokowi dalam dua bulan masa kampanye. Petahana dan tim masih terlihat ikut terlibat dalam percakapan yang penuh sensasi di masa awal kampanye," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, LSI melakukan survei untuk mengetahui isu paling populer dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up