JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bicara Di Forum Internasional, Yenny Paparkan Program 'Desa Damai'

07 Desember 2018, 17:03:19 WIB | Editor: Imam Solehudin
Yenny Wahid
Aktivis HAM Yenny Wahid. Yenny bakal membawa isu seputar pemberdayaan perempuan, dalam forum perdamaian di dunia Islam (Dok.JawaPos)
Share this

JawaPos.com - Putra mantan presiden Gusdur, Yenny Wahid didapuk menjadi salah satu pembicara dalam forum perdamaian di dunia Islam. Acara digelar di Abu Dhabi, Dubai pada 5 hingga 7 Desember 2018. \

Pertemuan tersebut untuk membangun kerja sama internasional dalam upaya menjaga stabilitas negara-negara Islam.

Yenny mengaku dipilih secara pribadi karena aktivitas bersama Nahdlatul Ulama, organisasi Islam dengan keanggotaan mencapai 80 juta jiwa. 

Dirinya dinilai mampu bekerja mempromosikan perdamaian hingga akar rumput, dengan berbagai macam pendekatan. Misalnya pemberdayaan perempuan termarjinalisasi.

"Saat ini fokus saya membangun jaringan internasional untuk kampanye perdamaian. Alhamdulillah kami mulai mendapat pengakuan dari lembaga-lembaga dunia," kata Yenny kepada JawaPos.com, Jumat (7/12).

"Misalnya belum lama ini kami baru bekerjasama dengan UN Women-lembaga PBB yang menangani masalah perempuan-, untuk menjalankan program Perempuan Untuk Perdamaian," lanjut Yenny.

Yenny mengatakan, dia akan bicara dalam salah satu sesi tentang peranan perempuan dalam memperjuangkan perdamaian.

"Saya akan paparkan tentang program kami bernama Desa Damai, Program Desa Damai bertujuan untuk memberikan tingkat harapan hidup lebih besar dan lebih tinggi," ujar Yenny.

Yenny akan menjelaskan bagaimana dirinya mempromosikan perdamaian di dunia terutama oleh Umat Muslim. Bagaimana membangun aliansi diantara berbagai peradaban, kebudayaan dan agama agar tercipta perdamaian dunia.

"Para ulama disini sepakat bahwa tidak ada gunanya bertikai soal agama. Terutama dari sudut pandang teologi. Justru kita harus mencari titik temu antar agama," ujar Yenny.

Seperti diketahui, sebelum ke Dubai, Yenny bersama PBB memulai program perempuan untuk perdamaian dengan fokus perempuan di desa. Pada tahun 2017 lalu Yenny juga menjadi perwakilan Indonesia dalam pembentukan dewan toleransi dan perdamaian global di Pulau Malta.

Dalam pembentukan dewan tersebut Yenny bersama perwakilan tujuh negara lainnya antara lain AS, Mesir, UEA.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up