JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Demokrat: PSI Punya Misi Menyerang Orde Baru

07 Desember 2018, 10:30:59 WIB | Editor: Estu Suryowati
Demokrat: PSI Punya Misi Menyerang Orde Baru
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - ‎Usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar debat capres-cawapres memuat materi korupsi era Orde Baru mendapat respons dari Komisi Pemilihan Umum RI (KPU). KPU menyatakan akan mempertimbangkan usulan tersebut.

Namun menurut Kepala Divisi Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, usulan PSI yang hanya fokus pada Orde Baru menunjukkan partai yang dikomandoi Grace Natalie itu hanya ingin menyerang pemerintahan Orde Baru.

"Saya melihat semangat yang dibangun PSI di dalam usulan itu bukan soal niat pemberantasan korupsi tapi soal kebencian dan menyerang Orde Baru. Ini yang tidak boleh," ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Jumat (6/12).

Menurut Ferdinand, apabila berbicara korupsi, maka tidak boleh hanya menyebut Orde Baru saja. Karena sampai saat ini korupsi merajalela. Bahkan hampir tiap minggu KPK melakukan operasi tangkap tangan atas perbuatan korupsi.

"Jadi, PSI kalau mau bicara korupsi bicaralah tentang pencegahannya dan penindakannya, bukan bicara di Orde Baru terjadi," katanya.

Kalau hanya berbicara korupsi era Orde Baru, lanjutnya, maka tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang juga mengusulkan materi debat hanya menyasar ke Orde Lama.

"Misalnya debat tentang PKI dan pemberontakannya beserta antek-anteknya. Ini juga penting agar kaum milenial sekarang tidak buta sejarah," ungkapnya.

"‎Makanya kami sarankan agar PSI sebelum mengusulkan sesuatu atau bicara sesuatu sebaiknya dipikirkan dulu agar tidak menjadi bensin yang menyulut api," tagasnya.

‎Sebelumnya, Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan pihaknya bakal membahas usulan PSI. Adapun korupsi era Orde Baru masuk dalam debat capres-cawapres di‎usulkan oleh PSI lewat Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni.

"Iya (iya akan dibahas), nanti akan jadi catatan dan masukan kami yang akan dibahas," katanya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up