JawaPos Radar | Iklan Jitu

DPD Gelar Regional Diplomatic Meeting di Bali, Ini Tujuannya

07 Desember 2018, 21:18:48 WIB | Editor: Dimas Ryandi
OSO DPD
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) sedang memukul gong tanda dibukanya Regional Diplomatic Meeting di Bali. (igman/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - DPD RI menggelar acara Regional Diplomatic Meeting (RDM) di Bali. Acara tersebut merupakan salah satu upaya lembaga yang dipimpin oleh Oesman Sapta Odang (OSO) itu untuk mewujudkan pembangunan di daerah.

Dalam acara tersebut, hadir juga puluhan senator (sebutan anggota DPD) yang akan bertemu dengan perwakilan negara sahabat. Tujuanya sebagai jalan pembuka dialog yang diharapkan bisa menarik investasi di daerah. 

OSO dalam sambutannya saat membuka acara RDM di The Stones, Bali (7/12) mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang investasi. Karean banyak daerah yang memiliki produk-produk unggulan dan dapat dijual ke luar negeri.

Karena itu, melalui RDM yang diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Parlemen (DPD) RI, maka diharapkan daerah dapat menjalin kerja sama langsung dengan negara-negara sahabat untuk memasarkan produk-produk unggulannya.

"Salah satu tujuan dari RDM adalah meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas melalui pemerataan hasil-hasil pembangunan ke semua daerah dalam rangka mengatasi disparitas sosial ekonomi," papar OSO.

Karena, lanjut OSO, di era globalisasi saat ini, semua daerah wajib mempercepat pembangunannya. "Di sinilah kita perlu menjalin hubungan kemitraan yang luas dengan berbagai negara," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Hanura itu mengajak para duta besar yang hadir untuk turut serta dalam pembangunan di daerah. Menurutnya, di daerah banyak peluang-peluang baru yang bisa dikerjasamakan dengan pelaku bisnis dari masing-masing negara.

"DPD RI juga mendorong terbangunnya kerja sama bukan hanya antar negara, tetapi juga antar pemerintah daerah, dalam bentuk sister provinces dan sister city," katanya.

Sebab, dalam era keterbukaan saat ini, penting untuk menjalin kolaborasi dengan mitra-mitra di luar negeri untuk bersama-sama mengambil manfaat dari hubung an ekonomi, perdagangan, sosial budaya, dan teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BKSP DPD RI Ayu Koes Indriyah menyebut, tujuan dari RDM yang diselenggarakan adalah untuk menjembatani kepentingan daerah dalam rangka mengakselerasi pembangunan demi kesejahteraan rakyat melalui hubungan luar negeri yang saling menguntungkan. 

"Dengan RDM, diharapkan intensitas komunikasi daerah dengan pihak luar negeri menjadi semakin baik, sehingga memperluas jaringan pasar maupun jaringan kerja sama budaya dan sosial lainnya," katanya.

Dalam RDM 2018 ini, BKSP DPD juga memfasilitasi dua jenis pertemuan, yaitu, salah satunya One on One Meeting yang bertujuan untuk membuka kesempatan bagi duta besar dan gubernur untuk bertemu secara khusus agar terjadi pembicaraan yang lebih akrab dengan tema yang lebih spesifik.

Diketahui, di pertemuan ini hadir juga Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan sejumlah duta besar dari negara tetangga.

"Kami berharap pelaksanaan RDM 2018 ini mewujudkan langkah yang lebih konkret berupa satu pernyataan bersama mengenai pentingnya meningkatkan pertukaran informasi mengenai potensi kerja sama maupun masalah-masalah yang menghambatnya. Pernyataan ini sangat penting sebagai rujukan untuk mewujudkan langkah-langkah konkret selanjutnya," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, yang turut hadir dalam acara tersebut, sangat mengapresiasi acara RDM yang digagas oleh DPD RI ini. Menurutnya melalui RDM, potensi-potensi daerah dapat dipromosikan dan berpeluang besar dalam menarik investasi.

"Harapannya daerah dapat menjalin networking dengan negara-negara sahabat secara langsung dan berakhir pada terjalinnya kerja sama. Potensi daerah kita banyak, kita perlu promosikan," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up