JawaPos Radar

Jemput di Bandara Halim, Mensos Bakal Rawat Tujuh Anak Bomber Jatim

12/06/2018, 23:21 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Idrus Marham
Menteri Sosial Idrus Marham saat datang ke Bandara Halim Perdanakusumah untuk menjemput tujuh anak bomber Surabaya dan Sidoarjo. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin telah menyerahkan sejumlah anak-anak pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo kepada Kementerian Sosial (Kemensos) Beberapa anak di antaranya telah ditinggalkan kedua orang tuanya terlibat dalam aksi peledakan bom Mei lalu.

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menyebut, pihaknya telah menerima setidaknya tujuh orang anak. Tiga laki-laki dan empat orang  perempuan, dengan umur rata-rata 6-14 tahun. Dirinya pun memastikan tak akan ada diskriminasi dan perlakuan beda dari masing-masing anak.

"Saya kira teman-teman sudah tahu bagaimana ada satu yang diselamatkan oleh polisi (kejadian mapolrestabes Surabaya). Terus ada juga di rusun, itu ada berapa ketika di lantai 5 dan ada yang tersisa juga di tempat lain. Kita akan perhatikan sungguh-sungguh," kata Idrus saat menjemput sejumlah anak tersebut di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (12/6).

Menurut Idrus, pihaknya akan melakukan pembinaan sesuai dengan aturan yang diamanatkan konstitusi. Artinya, semua anak memiliki hak yang sama untuk bisa hidup dengan normal dan  tumbuh berkembang seperti anak-anak yang lainnya. Begitupula hak pendidikan yang harus diperhatikan oleh negara.

"Oleh karena di tahap awal Kemenos anak memberikan perlindungan dan pendampingan, agar kepercayaan diri mereka bisa kembali dan pada gilirannya nanti kita akan mengikis paham radikal yang merupakan ajaran orang tuanya dulu," ujar Idrus.

Untuk membersihkan paham radikal pada anak, Idrus mengaku langkahnya tidak akan mudah. Menurut mantan Sekjen Golkar itu, guna membersihkan paham yang bertentangan dengan pancasila itu tentunya akan menghabiskan waktu lama.

"Saya terus terang tadi sudah banyak bicara dengan mereka. Jokowi telah memerintahkan kepada saya bahwa anak-anak teroris yang juga korban jaringan teroris perlu diperhatikan," ucapnya.

Tak hanya itu, menurut pengakuannya, kondisi anak-anak tersebut masih belum stabil. Perubahan emosional kerap kali mewarnai kala dirinya tengah berinteraksi dengan mereka.

"Tadi ketawa-ketawa setelah itu duduk termenung lagi, lalu kami coba hibur lagi. Saya minta kepada mereka agar dianggap jadi Bapak angkat. Harapanya secara psikologis mereka tidak terlalu merasa kehilangan," katanya.

Kendati demikian, dengan alasan keamanan, Idrus enggan membocorkan ihwal dimana nantinya para anak-anak itu akan dirawat. Begitupula waktu yang akan ditempuh untuk memulihkan kondisi psikologis ketujuh anak pelaku bom itu.

"Nanti ada parameter tersendiri kita lihat perkembangannya baik sisi fisiknya kesehatannya bagaimana psikologinya yang paling penting adalah pemahaman tentang ajaran agama dan betul bersih tentang ajaran radikalisme," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up