JawaPos Radar | Iklan Jitu

94.946 Polisi Kawal Nataru, IDI Sentil soal Posko Kesehatan

13 Desember 2018, 16:08:03 WIB
94.946 Polisi Kawal Nataru, IDI Sentil soal Posko Kesehatan
Sambut natal dan tahun baru, 94.946 polisi dilibatkan untuk pengawalan. (Dery Ridwansah/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Masa angkutan Natal dan tahun baru (nataru) dimulai lima hari lagi. Kementerian Perhubungan maupun pihak-pihak lain telah melakukan persiapan untuk menyambut musim libur panjang tersebut.

Penerbangan tetap menjadi salah satu moda yang diminati. Menurut data Kementerian Perhubungan, sektor udara telah mempersiapkan ramp check armada. "Prediksi penumpang domestik saat nataru mencapai 5.682.791 jiwa. Sedangkan penerbangan internasional 54.328 orang," kata Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Nur Isnin.

Kru maskapai, navigasi, dan petugas darat pun telah disiapkan. Ditjen Perhubungan Udara meminta maskapai menyiapkan kru yang layak. Penyelenggara navigasi penerbangan ditugasi untuk mempersiapkan jadwal personelnya. Hal tersebut terkait dengan beberapa bandara yang menambah jam operasional.

94.946 Polisi Kawal Nataru, IDI Sentil soal Posko Kesehatan
Sambut natal dan tahun baru, 94.946 polisi dilibatkan untuk pengawalan (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

Sementara itu, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M. Faqih kemarin (12/12) mengatakan, belum ada koordinasi untuk mendirikan posko kesehatan di titik-titik mobilisasi seperti bandara. Padahal, itu penting untuk antisipasi penyebaran penyakit akibat pergerakan massa. "Tenaga kita banyak. Silakan mau dipakai atau tidak," ujarnya. Biasanya, pada masa angkutan Lebaran, IDI selalu dilibatkan. Salah satunya untuk membantu dari sisi kesehatan di posko gabungan.

Hal serupa disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penerbangan Indonesia (Perdopsi) dr Wawan Mulyawan SpBS. Dia mengingatkan tentang kesehatan pilot. Traffic penerbangan yang padat membuat pilot rawan mengalami kelelahan. "Di setiap bandara ada dokter kesehatan pelabuhan. Itu harus dimanfaatkan untuk checkup sebelum terbang," ujarnya.

Dia memberikan saran agar setiap maskapai memiliki dokter spesialis penerbangan. Dokter itulah yang akan mengawasi pilot hingga bagian ground staff. Satu dokter bisa menangani 50 hingga 100 orang. "Yang dilihat bukan hanya kesehatan fisik, tapi mengetahui keluarganya. Kadang masalah keluarga juga berpengaruh pada penerbangan," ucapnya.

Di sisi lain, Polri akan mengerahkan 94.946 orang untuk mengamankan nataru. "Dibagi di polda prioritas satu dan polda prioritas kedua," ungkap Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Polda prioritas satu tersebar di 13 daerah. Sedangkan polda prioritas kedua berada di 21 daerah. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (syn/lyn/agf/c10/oni)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up