JawaPos Radar

Sidang Keponakan Setya Novanto Batal Digelar

14/08/2018, 16:10 WIB | Editor: Imam Solehudin
Sidang Kasus e-KTP
Irvanto Hendra Pambudi saat akan dimasukkan ke dalam rutan Jumat (9/3) (Intan Permata/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Persidangan perkara dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) untuk dua terdakwa, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung, batal digelar hari ini, Selasa (14/8). Penundaan dikarenakan jatuh sakitnya Made Oka Masagung.

"Persidangan ditunda satu minggu karena terdakwa Made Oka sedang berada di rumah sakit dan tidak dapat menghadiri persidangan hari ini," ungkap ketua Majelis Hakim Yanto di Pengadilan Tipikor, Selasa (14/8).

Untuk diketahui, dalam persidangan kali ini, JPU KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap delapan saksi. Sebagian besar saksi merupakan pengusaha money changer yang diduga mengetahui aliran uang korupsi e-KTP. Rencananya, persidangan kembali dilanjutkan pada Selasa (21/8) pekan depan.

Sebelumnya, Mantan Direktur Operasional PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan mantan bos PT Gunung Agung, Made Oka Masagung, didakwa terlibat korupsi kartu tanda penduduk elektronik bersama-sama dengan sejumlah pihak lainnya.

Irvanto, yang notabene keponakan Setya Novanto dan Made Oka, didakwa melakukan kerjasama dengan Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR.

Dalam surat dakwaan, sejak pembentukan konsorsium, Irvanto ikut serta dalam pembahasan yang dilakukan di ruko milik Andi Agustinus alias Andi Narogong di Fatmawati, Jakarta Selatan. Irvanto, Andi, dan beberapa pihak lainnya dari swasta sepakat pemenang konsorsium dari proyek tersebut adalah konsorsium PNRI.

Dalam salah satu pertemuan, membahas pengondisian alat dalam proyek e-KTP untuk dimenangkan pihak-pihak tertentu. Para rekanan proyek sepakat akan memberikan fee kepada Novanto dan sejumlah anggota DPR sebesar 5 persen dari nilai proyek.

Terkait pembagian fee proyek untuk Novanto, Irvanto kemudian menemui menemui Riswan alias Iwan Baralah yang merupakan Marketing Manager Inti Valuta Mas Sukses Money Changer.

Pada Januari hingga Februari 2012, Irvanto menerima kiriman uang dari Johannes Marliem sebesar USD 3,5 juta melalui Iwan.

Selain itu, fee untuk Novanto juga dikirimkan melalui Made Oka. Made Oka selaku pemilik OEM Investment menerima fee untuk Novanto sebesar USD 1,8 juta dari Johannes Marliem. Irvanto pun kembali menerima uang sebesar USD 2 juta dari Anang Sugiana yang ditujukan untuk Novanto. Uang tersebut disamarkan dengan perjanjian penjualan saham sebanyak 100 ribu lembar milik Delta Energy.

Kemudian Made oka Masagung selaku mantan komisaris PT Gunung Agung, yakni sebagai penampung uang-uang dari Biomorf Mauritius yang seluruhnya berjumlah USD 3,8 juta melalui rekening OCBC Center.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up