JawaPos Radar | Iklan Jitu

Di Kota Tempat Markas HTI Berdiri, Jubir Pancasila Deklarasikan Ini

21 November 2018, 00:15:57 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Jubir Pancasila
Sjeumlah perwakilan peserta pelatihan juru bicara Pancasila di Jogja usai membacakan 3 poin deklarasi. (KBI for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pancasila sebagai nilai dan ideologi bangsa belakangan ini semakin memudar. Menguatnya politisasi agama juga semakin membuktikan falsafah kebangsaan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa sebelumnya mulai tergerus.

Itu diungkapkan oleh Koordinator Komunitas Bela Indonesia (KBI) Anick HT yang menilai, bangsa Indonesia sebenarnya tidak sedang baik-baik saja. Karena itu butuh gerakan masif dan berkelanjutan untuk kembali membumikan nilai-nilai Pancasila.

"Pudarnya Pancasila di tengah masyarakat itu seiring dengan menguatnya gerakan NKRI Bersyariah yang dalam survei LSI Denny JA menunjukan kuatnya gerakan tersebut," ujar Anick dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (19/11).

Untuk menjawab keprihatinan tersebut, KBI bersama Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan, Yogyakarta menggelar pelatihan yang juru bicara Pancasila selama 4 hari dari Jumat-Senin (16-19/11) lalu.

"Pelatihan ini kita gelar 25 Provinsi. Para peserta yang lolos sebanyak 40 orang di setiap daerah mengikuti pelatihan intensif tentang menulis, berdebat, dan manajemen media sosial selama 4 hari," paparnya.

Pelatihan ini, lanjut Anick, didasarkan pada buku rujukan utama yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan Tim.

"Tujuanya sebagai upaya penguatan keberagamaan dan kehidupan bangsa yang damai, agar turut terlibat dan berkontribusi aktif dalam proses kampanye positif, terutama di dunia maya," jelasnya.

Fasilitator pelatihan di Yogyakarta Milastri Muzakkar mengatakan, peraturangan narasi nilai-nilai Pancasila sudah terjadi di ranah di media sosial. Karena di sanalah awal dan muaranya ujaran kebencian, hoaks dan narasi negatif yang harus diperangi bersama.

"Narasi nilai-nilai Pancasila harus terus dibumikan, termasuk di ranah media sosial. Itu untuk melawan ujaran kebencian," tuturnya.

Sementara itu, sambutan hangat disampaikan oleh ketua panitia lokal dan juga pengurus Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan Beny Susanto mengaku, dirinya tidak menyangka atas sambutan masyarakat yang ingin bergabung dalam pelatihan juru bicara Pancasila, bahkan terdapat calon peserta yang mendaftar dari Kalimantan, Bali, dan Sumatera.

“Senang sekali kita bisa dilibatkan bersama KBI. Bagaimanapun Jogja pernah dijuluki kota toleran sementara itu di sini juga tempat yang menjadi markas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),” ujarnya.

Sementara itu, di hari terakhir pelatihan, Senin (19/11), para Juru Bicara Pancasila Yogyakarta menyatakan sikap mereka dengan membuat deklarasi yang isinya sebagai berikut:

1. Siap menjaga Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

2. Siap menolak segala bentuk ujaran kebencian yang mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia;

3. Berbeda tidak harus sama karena Kita Bhinneka Tunggal Ika, Kita Pancasila, Kita Cinta Indonesia.

 

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up