
Menpan dan RB Tjahjo Kumolo berbicara saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan seleksi CPNS 2019 di tengah pandemi Covid-19. Foto:
JawaPos.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengakui, setiap bulan harus menonaktifkan aparatur sipil negara (ASN) yang terpapar ideologi radikalisme maupun yang tersangkut kasus korupsi. Dia menginginkan permasalahan itu tidak lagi menerpa para pegawai negeri sipil.
"Hampir tiap bulan saya memutuskan dalam sidang Badan Kepegawaian masih ada saja, PNS yang saya nonjobkan atau harus saya berhentikan. Karena dia punya paham radikalisme dan terorisme, serta tidak memahami area rawan korupsi," kata Tjahjo dalam diskusi daring, Minggu (18/4).
Tjahjo tak memungkiri, pihaknya harus membangun sistem yang profesional. Sehingga setiap aparatur sipil negara (ASN) bisa diawasi dengan baik setiap kegiatan dan kinerjanya.
Terlebih setiap tahunnya, minat generasi muda untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) cukup tinggi. Dia menyebut, sebanyak 4,3 juta generasi milenial di Indonesia setiap tahunnya ingin menjadi ASN.
Baca Juga: Reformasi ASN, Naik Pangkat Tiap Dua Tahun dan Usia Pensiun Ditambah
"Diperebutkan tiap tahun maksimum 100-50 ribu, sampai sekarang yang rata-rata hampir mencapai 4,3 juta yang mendaftar dan mayoritas itu adalah generasi muda," beber Tjahjo.
Oleh karena itu, politikus PDI Perjuangan ini mengharapkan bisa mendapatkan orang terbaik. Terlebih mempunyai integritas dan profesional pada bidangnya. Serta konsisten dan yang kuat.
"Semoga bisa membentuk orang-orang yang profesional di bidangnya masing-masing, dalam demokrasi konsolidasi demokrasi lima tahunan ini juga harus mulai tertata dengan baik," pungkas Tjahjo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022