
PERMAKANAN: Menteri Sosial, Tri Rismaharini mnegecek kondisi dapur umum di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Senin (5/7/2021). Dapur umum yang didirikan Oleh Kementrian Sosila RI tersebut sebagai bantuan makanan bagi para Relawan, saat
JawaPos.com - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di berbagai tempat memaksa rumah sakit dan tenaga kesehatan bekerja ekstra. Bahkan kondisinya sangat kritis karena puskesmas dan rumah sakit tidak lagi dapat menangani dan menampung pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat, IGD penuh, persediaan obat-obatan, infus, dan oksigen menipis, sementara dokter dan tenaga kesehatan kelelahan.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mendesak pemerintah memitigasi segera sistem kesehatan dengan langkah ekstra ordinary agar tidak kolaps yang berdampak pada gagalnya perlindungan negara untuk menyelamatkan rakyat.
Jazuli menilai PPKM Darurat Jawa-Bali yang diberlakukan Pemerintah mulai 3-20 Juli harus menjadi golden moment untuk memitigasi lonjakan Covid 19. Pemerintah harus benar-benar hadir, sistem kesehatan harus benar-benar mampu menyelamatkan nyawa rakyat sebagai prioritas tertinggi negara saat ini.
"Yang terjadi di lapangan sudah mengarah ke sana, banyak rumah sakit sudah tidak lagi mampu menampung pasien padahal kondisi pasien kritis, oksigen dan obat-obatan menjadi langka, dokter dan paramedis banyak sekali terpapar dan sangat kelelahan. Bahkan penanganan jenasah covid pun antri untuk dibawa ke liang lahat. Tolong pemerintah hadir, selamatkan rakyat Indonesia," ujar Jazuli kepada wartawan, Selasa (6/7).
Jazuli Juwaini memaparkan fakta lapangan rumah sakit, puskesmas, dan tenaga kesehatan yang tidak lagi sanggup melayani pasien Covid-19, oksigen yang langka, serta obatan-obatan yang sulit didapat.
Akibatnya angka kematian harian rakyat akibat Covid-19 meningkat tajam lebih dari 500 orang perhari termasuk lonjakan kematian isolasi mandiri. Di Yogyakarta bahkan diberitakan 63 pasien Covid-19 meninggal dalam sehari sebabnya antara lain karena rumah sakit kehabisan oksigen, pasokan oksigen terlambat. "Sekali lagi ini darurat, pemerintah harus mengambil langkah ekstra ordinari," tegasnya.
Fraksi PKS DPR RI, lanjut Jazuli, merekomendasikan langkah darurat untuk menyelamatkan rakyat sebagai berikut, Pertama, mendesak pemerintah membuka lebih banyak lagi rumah sakit darurat atau rumah sakit lapangan dengan memanfaatkan gedung-gedung pertemuan, gelanggang olah raga, kantor-kantor pemerintahan, dan tempat-tempat lain yang representatif serta memenuhi pasokan kelengkapan standar perawatan Covid 19.
Kedua, mendesak pemerintah menjamin ketersediaan oksigen serta memasok tabung-tabung oksigen ke berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan Covid 19. "Banyak rumah sakit kehabisan stok oksigen yang harus direspon cepat dan tidak boleh telat. Perbanyak pasokan dan stasiun pengisian osigen, bisa bekerjasama dengan industri," ungkapnya.
Ketiga, mendesak pemerintah menjamin ketersediaan obat-obatan pasien Covid-19 dan memenuhi pasokan obat-obatan yang diperlukan untuk pasien di berbagai rumah sakit dan apotek-apotek rujukan. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022