
Pangkostrad Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. (WIKIPEDIA)
JawaPos.com - Dua bulan kosong, jabatan panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) akhirnya terisi. Tongkat komando itu diserahkan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kepada Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Surat keputusan jabatan Pangkostrad tersebut ditandatangani Andika pada Jumat (21/1) malam. Setidaknya ada 328 perwira tinggi TNI yang mendapatkan jabatan baru dalam surat keputusan bernomor 66/I/2022 itu. Termasuk menantu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tersebut.
Melalui keterangan resminya kemarin (22/1), Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Prantara Santosa menjabarkan, dari 328 perwira tinggi TNI itu, 28 orang masuk ke dalam jabatan satuan-satuan baru TNI. Mulai Komando Armada TNI-AL, Komando Operasi Udara Nasional TNI-AU, Pusat Psikologi TNI, Pusat Pengadaan TNI, hingga Pusat Reformasi Birokrasi TNI. ”Seperti yang diamanatkan dalam Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkapkan, terbitnya keputusan panglima TNI tersebut telah mengakhiri segala polemik dan spekulasi terkait jabatan Pangkostrad. Yang sudah sekitar dua bulan dirangkap KSAD.
Dalam pengisian jabatan ini, terang Khairul, Maruli sebetulnya bukan satu-satunya yang memenuhi kriteria dan layak. Namun, di antara sekian banyak perwira yang layak, jabatan itu hanya bisa dipegang salah satu dari mereka. Dalam hal ini, bisa saja faktor kekerabatan dan chemistry dengan panglima tertinggi menjadi nilai tambah bagi Maruli.
”Harus diakui, pengisian jabatan-jabatan strategis, terutama yang penunjukannya harus melalui persetujuan presiden, tak terhindarkan dari dinamika politik,” ulas Khairul. Namun, imbuh dia, yang terpenting hal-hal yang bersifat politis tersebut tidaklah menjadi pertimbangan utama.
Lalu, layakkah Maruli mengemban posisi itu? Menurut Khairul, layak. Kekuatan kekerabatan dan chemistry dengan presiden, karena lama menjadi Danpaspampres, hanya nilai tambah ketika kelayakan tersebut dikonteskan antarperwira lain. ”Nah, dalam hal pengangkatan Maruli, baik dilihat dari sisi kebutuhan, kapabilitas, kekayaan pengalaman, maupun prestasi, saya kira dia memenuhi kriteria itu,” tuturnya. (mia/c9/oni)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022