HASIL VISUM: dr. Dudut Rustyadi RSUP Prof Ngoerah Sanglah jelaskan soal hasil visum Aldi Kamis (30/11). (dokumentasi radarbali.id)
JawaPos.com – Kasus Kematian Aldi Sahilatua Nababan (23), mahasiswa asal Medan yang tercatat berkuliah di Elizabeth International Bali, menjadi sorotan publik lantaran kondisinya yang dinilai tak wajar saat ditemukan pertama kali di kamar kosnya.
Diketahui, Aldi ditemukan dalam kondisi tubuhnya terlilit tali tampar yang bergantung dan menyandar pada pintu kamar, dengan kedua kakinya menyentuh lantai.
Hidungnya mengeluarkan darah dan tubuhnya mengalami pembengkakan, serta kulitnya pun mengeluarkan cairan.
Bahkan, menurut unggahan sang kakak di akun Instagram @monalisanababan_, Aldi terlihat dalam kondisi alat kelamin pecah dan mengeluarkan darah, sekujur tubuh lebam, mulut dan hidung mengeluarkan darah, serta engsel siku tangan bergeser.
Ungkapan tersebut pun lantas memantik opini, bahwa kemungkinan Aldi tewas karena dibunuh dengan cara yang keji.
Namun, hal tersebut kemudian dibantah oleh dokter forensik yang melakukan autopsi terhadap jasad Aldi.
Dokter forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Dudut Rustyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan tak menemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh Aldi, baik karena benda tumpul maupun benda tajam.
Menurutnya, kondisi meninggal dengan tak wajar itu disebabkan karena Aldi sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan pertama kali.
“Tim forensik hanya menemukan ada bekas lilitan tali atau bekas tali melingkar di leher Aldi," kata Dudut, dilansir dari Radar Bali (Jawa Pos Group), Sabtu (2/12).
Berkaitan dengan kondisi alat vital yang disebut-sebut pecah oleh pihak keluarga, Dudut menjelaskan bahwa Aldi yang sudah meninggal beberapa hari itu, tubuhnya mengalami pembengkakan dan pembusukan.
“Siapa yang bilang? Saya periksa waktu itu, organ vitalnya utuh dan nggak pecah. Menurut saya, Kalau memang rusak, mungkin karena itu tadi sudah membengkak dan busuk," jelasnya.
Kendati demikian, fakta yang diungkapkan tersebut baru didapat dari hasil pemeriksaan tubuh luar. Sehingga, hal itu belum bisa digunakan sebagai kepastian penyebab seseorang meninggal.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
