Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Maret 2025 | 03.06 WIB

Beli Kendaraan Akan jadi Lebih Mahal, Presiden Amerika Serikat Donald Trump Berlakukan Tarif 25 Persen Impor Mobil

Donald Trump. (Observer Research Foundation) - Image

Donald Trump. (Observer Research Foundation)

JawaPos.com – Presiden AS Donald Trump terus memberi tekanan atas kebijakan perang tarif. Terbaru, Trump memberlakukan tarif 25 persen atas impor mobil buatan luar negeri. 

’’Apa yang akan kami lakukan adalah mengenakan tarif 25 persen untuk semua mobil yang tidak dibuat di Amerika Serikat. Jika mereka dibuat di Amerika Serikat, maka tidak akan dikenakan tarif sama sekali,’’ ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, dilansir dari AFP, kamis (27/3). 

Kebijakan itu mulai berlaku pada 2 April dan berdampak pada mobil serta truk ringan yang diproduksi di luar negeri. Kebijakan itu menambah daftar panjang serangkaian tarif yang sebelumnya telah diberlakukan Presiden dari Partai Republik itu, termasuk tarif impor dari Kanada, Meksiko, dan Tiongkok, serta tarif sebesar 25 persen untuk baja dan aluminium.

Sebagai catatan, tanggal 2 April dijuluki oleh Trump sebagai ‘Hari Pembebasan’. Sebab, pada hari itu ia disebut akan mengumumkan berbagai macam tarif timbal balik atau pungutan atas barang impor yang menurut pemerintahan Trump dikenakan pajak secara tidak adil oleh mitra dagang AS.

Pengumuman tersebut menuai kecaman keras dari Uni Eropa dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Ia menyebut kebijakan itu sebagai ‘serangan langsung’ terhadap pekerja Kanada. 

’’Kami akan membela pekerja kami, kami akan membela perusahaan kami, kami akan membela negara kami, dan kami akan membelanya bersama-sama,’’ kata Carney.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, menggambarkan langkah tersebut sebagai sentimen buruk bagi iklim bisnis. ’’Bahkan lebih buruk dampaknya bagi konsumen,’’ jelasnya. 

Tahu kebijakannya dikecam, Trump justru mengancam akan memberikan tarif lanjutan yang lebih tinggi jika Uni Eropa dan Kanada berupaya bersatu untuk melemahkan kebijakannya. 

’’Tarif berskala besar, jauh lebih besar dari yang direncanakan saat ini, akan dikenakan kepada keduanya untuk melindungi sahabat karib yang pernah dimiliki kedua negara tersebut!’’ jelas Trump dalam platform medsos miliknya, Truth Social. 

Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengatakan, pemerintahnya sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat sebagai tanggapan atas pengumuman Trump tersebut. ’’Tentu saja, kami akan mempertimbangkan semua opsi,’’ jelas Ishiba. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore