Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 04.44 WIB

Eri Cahyadi Resmi Pimpin APEKSI 2025–2030, Dorong Inovasi dan Integrasi Satu Data Nasional

Sidang Pleno IV Munas VII APEKSI menetapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025-2030. (Istimewa) - Image

Sidang Pleno IV Munas VII APEKSI menetapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025-2030. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sukses menggelar pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VII APEKSI 2025.

Dari hasil Sidang Pleno IV Munas VII APEKSI telah ditetap, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terpilih kembali sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025-2030.

Tidak hanya itu, hasil Sidang Pleno IV kemarin juga ditetapkan, Kota Medan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI tahun 2026.

Sedangkan Kota Singkawang dijadwalkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan HUT ke-25 APEKSI. Penetapan tersebut disaksikan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), Komjen Pol Tomsi Tohir
Balaw, pada Jumat, (9/5/2025).

Setelah terpilih kembali sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025-2030, Wali Kota Eri Cahyadi membeberkan beberapa target yang akan dilakukannya bersama jajaran APEKSI dalam lima tahun ke depan.

Targetnya adalah, Wali Kota Eri ingin, menjadikan APEKSI sebagai
wadah untuk berinovasi bagi 98 kota yang tergabung di dalamnya. Selain itu, ia juga ingin, kota-kota yang tergabung di APEKSI menyelaraskan program-program yang dijalankan oleh pemerintah pusat.

Sidang Pleno IV Munas VII APEKSI menetapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025-2030. (Istimewa)

Dalam Sidang Pleno IV Munas VII APEKSI kemarin, Wali Kota Eri menyinggung soal sistem satu data, pertumbuhan ekonomi, masalah pengentasan stunting, hingga kemiskinan. Wali Kota Eri ingin, kota yang tergabung di dalam APEKSI, harus memiliki sistem satu data terintegrasi
dengan pemerintah pusat, tujuannya agar permasalahan ekonomi, stunting hingga kemiskinan di kota seluruh Indonesia bisa cepat teratasi.

“Saya sampaikan bagaimana wali kota ini tidak bisa menindaklanjuti ketika angka kemiskinan tiba-tiba naik di wilayah kami, atau pertumbuhan ekonomi turun di wilayah kami. Hal itu dikarenakan apa? Hasil dari survei yang dilakukan by name by address itu tidak sampai kepada tangan wali kota, sehingga kita tidak bisa membantu presiden untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan stunting, karena kami tidak mendapatkan data, siapa yang seharusnya kita beri intervensi,” kata Wali Kota Eri, Minggu (11/5/2025).

Oleh sebab itu, Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi ingin, kota-kota di Indonesia menyelaraskan visi misi yang sama dengan program yang dijalankan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Karena itu, ia menyebutkan, ketika sebuah kota memiliki Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD), maka harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dimiliki pemerintah pusat.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI itu berharap, ketika data by name, by address itu selaras dengan data yang dimiliki oleh pemerintah pusat, maka permasalahan ekonomi, stunting, hingga kemiskinan bisa cepat teratasi ke depannya. Menurutnya, hal itu juga selaras dengan tema Munas VII APEKSI tahun ini, yakni “Dari APEKSI untuk Negeri”.

“Bahwa kami sudah sepakat, tidak ada kota yang lebih maju, dan tidak ada kota yang tertinggal di antara kita. Jika ada kota yang lebih maju, dan ada kota yang tertinggal maka di situ adalah kegagalan APEKSi, sehingga kami akan memberikan masing-masing kelebihan yang ada di kota kami dan disatukan agar bisa digunakan di kota-kota lainnya,” harapnya.

Target Ketua Dewan Pengurus APEKSi Eri Cahyadi yang dibeberkan dalam Sidang Pleno IV Munas VII APEKSI kemarin direspon secara langsung oleh Sekjen Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw. Sebelum menghadiri penutupan Munas VII APEKSI, ia sempat membahas soal sistem satu data bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

Sekjen Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, telah meminta kepada jajaran BPS untuk segera melakukan pendataan warga miskin dan pertumbuhan di seluruh daerah di Indonesia. Setelah dilakukan pendataan, kemudian akan diberikan kepada masing-masing daerah untuk dilakukan intervensi.

Sidang Pleno IV Munas VII APEKSI menetapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025-2030. (Istimewa)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore