
Kondisi pelayanan untuk jemaah haji 2025 di Arab Saudi. (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Haji 2025 menghadirkan segudang masalah. Padahal belum pada fase puncak haji. Masalah mulai dari koper terpisah dari jamaah. Kemudian pasangan jamaah suami-istri terpisah hotel. Hingga pembagian kartu nusuk yang lambat. Padahal jamaah sudah membayar lunas seluruh biaya haji.
Masalah yang dihadapi jamaah haji itu diantaranya disuarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Seperti yang dibuat posting-an tertulis oleh KBIHU Assuniyah Al Jauhari, salah satu KBIHU terbesar di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Jawa Pos sudah meminta izin untuk mengutip posting-an tersebut, kepada KH Ahmad Ghonim Jauhari, selaku owner dari KBIHU Assuniyah. "Kalau perlu foto-foto jamaah haji di Makkah, kami siap memberikan," katanya pada Sabtu (24/5). Ulama yang akrab disapa Gus Ghonim itu, saat ini sedang di Makkah mendampingi 300 lebih jamaah haji yang jadi rombongannya.
Berikut posting-an lengkap terkait keluhan layanan jamaah haji 2025 yang mereka beri judul, Jamaah Haji dan Masalah Kartu Nusuk: Jangan Jadikan Mereka Korban.
Perjalanan haji seharusnya menjadi puncak pengalaman spiritual bagi setiap Muslim. Namun, bagi sebagian jamaah haji Indonesia tahun ini, perjalanan suci tersebut ternoda oleh kekacauan administratif yang tidak semestinya terjadi. Salah satunya adalah persoalan kartu Nusuk yang hingga kini belum tuntas penyelesaiannya.
Di lapangan, banyak jamaah yang mengeluhkan tidak mendapatkan kartu Nusuk tepat waktu. Lebih menyedihkan lagi, mereka harus mengalami situasi yang membingungkan.
Dilempar-lempar dari satu petugas ke petugas lain, dari perwakilan Indonesia ke petugas Syarikah di Arab Saudi, tanpa kejelasan nasib. Situasi ini tidak hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga menguras psikologis jamaah yang sedang bersiap untuk ibadah puncak.
Pemerintah Arab Saudi memang telah mengubah sistem layanan haji dari Muassasah ke Syarikah. Namun transisi ini tampaknya tidak disertai dengan kesiapan teknis dan koordinasi yang memadai.
Di sisi lain, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama juga belum menunjukkan ketegasan dalam menuntut kejelasan dari pihak penyelenggara layanan haji lokal. Dalam kekosongan koordinasi ini, siapa yang paling dirugikan? Jawabannya jelas: jamaah.
Jamaah telah membayar seluruh biaya haji. Mempersiapkan diri sejak jauh hari. Dan berharap mendapatkan layanan terbaik dari negara dan penyelenggara.
Namun pada kenyataannya, mereka menjadi korban dari sistem yang tidak berjalan dengan semestinya. Seharusnya, negara hadir dan bersikap tegas. Bukan membiarkan warganya menjadi korban di tanah suci.
Ketidakjelasan distribusi kartu Nusuk bukan hanya persoalan teknis administratif. Ini adalah soal tanggung jawab pelayanan terhadap tamu-tamu Allah yang membawa nama negara. Maka, menjadi tugas negara untuk memastikan setiap proses berjalan lancar dan tidak ada satu pun jamaah yang terlantar atau merasa ditelantarkan.
Kami mendesak: pertama pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama segera melakukan langkah diplomatik dan administratif untuk menekan pihak Syarikah agar menyelesaikan distribusi kartu Nusuk secepatnya.
Kedua, dibentuknya tim khusus penanganan kartu Nusuk di setiap kloter atau sektor. Agar informasi tidak simpang siur dan solusi bisa langsung diberikan di lapangan.
Ketiga, dilakukannya evaluasi menyeluruh pasca haji tahun ini. Dengan mengedepankan suara dan pengalaman jamaah sebagai dasar perbaikan manajemen haji tahun-tahun mendatang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
