Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/6). (YouTube TV Parlemen)
JawaPos.com-Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan telah mengevakuasi 123 warga negara Indonesia (WNI) imbas eskalasi yang terjadi di Timur Tengah. Mereka dievakuasi dari Iran dan Israel.
Detailnya, 97 WNI telah dievakuasi dari Iran dan 26 WNI lainnya dari wilayah Tel Aviv, Yerusalem, dan Arabah.
Sugiono menjelaskan, proses evakuasi WNI di Iran dilakukan melalui Azerbaijan. Rencana evakuasi telah disusun sejak serangan Israel ke Iran pada 13 Juni 2025. Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk memantau kondisi di Iran serta menyiapkan rencana-rencana kontingensi.
Hingga akhirnya, pada 15 Juni 2025, setelah kembali terjadinya serangan ke Iran, pemerintah Indonesia memutuskan untuk meningkatkan status perlindungan WNI di sana. KBRI Teheran menaikkan status siaga dari siaga II menjadi siaga I.
“Kami meminta kepada seluruh WNI yang berada di wilayah Iran dan Israel untuk melaporkan diri dan berkoordinasi dengan KBRI sehingga bisa diambil langkah-langkah evakuasi,” tutur Sugiono di gedung DPR/MRI RI, Jakarta, pada Senin (30/6).
Kemudian, dari 386 WNI yang lapor diri ke KBRI Teheran di Iran, 97 orang memutuskan untuk mengikuti proses evakuasi. Mereka berhasil keluar dari Iran melalui Azerbaijan sebelum akhirnya diterbangkan ke Indonesia melalui berbagai jalur penerbangan.
“Sisanya masih di sana, ada yang memilih untuk tetap berada di sana dan belum menyatakan kesediaannya untuk pindah. Namun ini juga terus kita pantau keadaannya,” ungkapnya. Dia berharap, dengan gencatan senjata yang tengah berlangsung, kondisi para WNI berada dalam keadaan baik.
Secara paralel, KBRI Amman juga memfasilitasi evakuasi 26 WNI dari wilayah Tel Aviv, Yerusalem, dan Arafah. Setidaknya, ada sekitar 167 orang WNI yang tengah magang di Yerusalem dan sekitarnya.
“Dan rencana evakuasi bagi warga negara kita yang ada di wilayah-wilayah ini akan kami lanjutkan,” sambungnya. Sayangnya, Menlu tidak merinci kapan rencana evakuasi ini dilaksanakan dan berapa WNI yang akan dibantu keluar dari wilayah konflik tersebut.
Ia menyebut, pihaknya telah membentuk gugus tugas atau crisis response team untuk wilayah Timur Tengah. Tim ini bertugas memantau perkembangan situasi di sana. Sehingga, ketika kondisi memburuk dan memaksa adanya proses evakuasi maka tim sudah siap. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
