
Seorang bocah tengah menari di lomba Pacu Jalur. Momen ini sempat viral di media sosial hingga mancanegara. (istimewa)
JawaPos.com - Desa kecil Pintu Gobang Kari di Kuantan Singingi, Riau, tiba-tiba jadi sorotan dunia. Bukan karena bencana, bukan pula karena skandal, tapi karena seorang remaja, Rayyan Arkan Dikha, menari di atas perahu jalur dan membuat netizen dunia terpana.
Siapa sangka, tarian penuh percaya diri di atas jalur (perahu tradisional) itu justru mengguncang algoritma media sosial hingga sampai ke akun resmi Paris Saint-Germain (PSG), klub raksasa sepak bola Eropa.
Tak tanggung-tanggung, video Dikha di-posting ulang oleh PSG di TikTok dengan iringan musik rap yang tengah viral. Dunia pun menyaksikan, bukan gol, tapi gerakan lincah 'Si Tukang Tari Jalur' dari pelosok Riau.
Aksinya yang spontan dan penuh jiwa bukan hanya jadi hiburan, tapi juga membangkitkan rasa penasaran dan kagum terhadap tradisi pacu jalur, olahraga balap perahu khas Kuansing yang selama ini jarang dikenal luas.
Tak lama setelah viral, tawaran pun mulai berdatangan. Stasiun televisi nasional dilaporkan siap mengundang Dikha ke program prime time.
Sebuah lompatan besar bagi pemuda yang mungkin tak pernah membayangkan aksinya akan menyentuh layar-layar kaca di Jakarta, bahkan Eropa.
Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, pun ikut angkat bicara. Ia mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas prestasi tak terduga warganya.
“Salut untuk anak kita, Dikha. Anak Kuansing yang kini mendunia,” ujar Suhardiman mengutip Riau Pos (Grup JawaPos).
Lebih dari sekadar kebanggaan personal, Suhardiman berharap momen ini bisa menjadi jalan emas untuk memperkenalkan pacu jalur ke panggung yang lebih luas.
“Pacu jalur adalah identitas budaya kita. Mari bersama-sama kita promosikan, bahwa Kuansing punya tradisi yang unik dan membanggakan,” lanjutnya.
Netizen menyambut hangat sosok Dikha. Banyak yang menyebutnya sebagai 'duta budaya dadakan' yang membawa tradisi lewat cara yang sangat kekinian: tarian dan TikTok.
Tak sedikit pula yang menginginkan agar pemerintah memberi dukungan penuh, bukan hanya untuk Dikha, tapi juga untuk seni dan budaya lokal yang masih tersembunyi dari sorotan nasional.
Dari atas perahu jalur yang berderak di sungai, Rayyan Arkan Dikha membuktikan bahwa tak perlu panggung megah untuk tampil bersinar. Cukup satu tarian, satu tradisi, dan satu keberanian, dunia pun bisa terpukau.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
