Ilustrasi penampakan pesawat UFO yang kerap diidentikkan sebagai kendaraan alien yang menjelajah alam semesta. (Ilustrasi)
JawaPos.com-Jagat media sosial digemparkan dengan informasi ancaman serangan alien kepada umat manusia. Pemicunya adalah penemuan objek luar angka yang semua diidentifikasi sebagai komet. Tetapi dengan karakteristik yang berbeda dengan komet, benda tersebut dikaitkan dengan pesawat UFO alien yang sedang menjelajah tata surya.
Profesor riset sekaligus astronom Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menyampaikan, respons terkait kabar bakal ada alien menyerang bumi. Dia mengatakan, objek dengan kode 3I/ATLAS secara astronomi tergolong komet.
"Objek tersebut bukan seperti komet biasa yang berasal dari tata surya kita," kata Thomas Djamaluddin pada Kamis (31/7).
"Melainkan komet yang berasal dari ruang antar-bintang. Asalnya dari luar tata surya bumi, matahari, dan planet-planet yang mengitarinya," sambung dia.
Komet yang disebut pesawat alien itu berasal dari luar tata surya, karena orbitnya hiperbolik. Orbit objek itu tidak elips seperti orbit bumi dan planet-planet lain yang mengitari matahari.
"Jadi bukan wahana alien atau UFO. Dugaan wahana alien atau UFO tidak ada landasan ilmiahnya," tandas Thomas Djamaluddin.
Lebih lanjut Thomas mengatakan, objek dengan kode 3I/ATLAS itu dapat diamati dari bumi pada Juli sampai September 2025 sesudah magrib. Setelah jam atau waktu tersebut, komet tadi berada di balik matahari. Selanjutnya komet itu bisa diamati lagi pada November sampai Desember 2025 sebelum matahari terbit.
"Setelah itu menjauh dan kembali menuju ke luar tata surya," kata Thomas.
Dia mengatakan upaya pengamatan objek dengan kode 3I/ATLAS perlu menggunakan teleskop besar. Karena komet tersebut sangat redup.
Dia mengatakan jarak terdekat komet itu ke bumi sekitar 270 juta kilometer. Jarak tersebut hampir dua kali lipat jarak bumi dengan matahari. Sebagai gambaran jarak 270 juta kilometer itu sama dengan 356.153 kali mondar-mandir Jakarta-Surabaya.
Selain itu Thomas mengatakan ukuran objek dengan kode 3I/ATLAS itu adalah 25 ribu kilometer atau dua kali lipat bumi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
