
Foto erupsi Gunung Semeru pada Selasa (12/8) pagi (HO-PVMBG)
JawaPos.com – Gunung Semeru dilaporkan kembali mengalami erupsi dengan tinggi letusan yang sempat meningkat pada Senin (12/8).
Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut diketahui sempat mengeluarkan letusan setinggi satu kilometer di atas puncak (Mahameru).
Dikutip dari situs berita ANTARA, Gunung Semeru mengalami erupsi pertama pada Senin (12/8) pagi pukul 05.17 WIB dengan visual letusan tidak teramati.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian saat itu mengatakan bahwa erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 148 detik.
Sekitar sejam kemudian, Gunung Semeru kembali erupsi yang kedua kalinya pada pukul 06.31 WIB dengan visual letusan tidak teramati.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto yang saat itu bertugas melaporkan bahwa erupsi ketiga terjadi pada pukul 07.30 WIB.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 12 Agustus 2025 pukul 07.30 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1000 meter di atas puncak,” kata Liswanto.
Ia mengatakan bahwa erupsi tersebut menyemburkan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
Empat belas kemudian, Liswanto melaporkan bahwa Gunung Semeru erupsi keempat kalinya dengan tinggi letusan turun menjadi 900 meter di atas puncak.
Liswanto kembali melaporkan bahwa Gunung Semeru erupsi untuk yang kelima kalinya pada pukul 10.03 WIB dengan visual letusan tidak teramati.
Gunung Semeru kembali erupsi yang keenam, ketujuh, dan kedelapan kalinya masing-masing pada pukul 11.05 WIB, 11.09 WIB, serta 11.12 WIB dengan visual letusan tidak teramati.
Liswanto kemudian menambahkan bahwa hingga laporan ini dibuat, erupsi Gunung Semeru masih berlangsung sampai sekarang.
Berdasarkan keterangan dari aplikasi MAGMA Indonesia pada Selasa (12/8), erupsi Semeru saat ini masih dalam status Waspada atau level II.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.
Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
