
Kepala BGN Dadan Hindayana. (Foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyerukan perbaikan tata kelola dan koordinasi antar institusi, agar tidak ada lagi kasus keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan itu disampaikan saat rapat kerja Komisi IX dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10).
Charles menegaskan, niat baik MBG dalam mengentaskan gizi buruk anak-anak harus diikuti pelaksanaan yang baik dan koordinasi yang kuat antar-lembaga.
"Saya rasa, kita semua setuju, tujuan dari program ini bagaimana ke depan kita harus bisa mengentaskan gizi buruk di Indonesia,” kata Charles dalam rapat tersebut.
“Namun tentunya niat baik dan tujuan baik harus diikuti juga dengan pelaksanaan yang baik, koordinasi yang baik," sambungnya.
Ia menyayangkan bahwa kerja sama antara BGN dan lembaga lain sejauh ini hanya sebatas mengizinkan Badan POM memberikan pelatihan sebelum muncul rangkaian kejadian keracunan.
"Tetapi beberapa minggu berjalan juga kerjasamanya hanya sebatas mengizinkan Badan POM untuk memberikan pelatihan sampai kejadian kasus, kasus keracunan, kasus keracunan, kasus keracunan," ucap Charles.
Legislator Fraksi PDIP itu juga menyoroti ketidakseragaman data korban. Menurut Charles, angka yang dilaporkan Kemenkes sebanyak 9.492, Badan POM 9.089, dan BGN 6.157. Ia pun menyoroti diksi BGN yang memakai istilah gangguan pencernaan bukan keracunan makanan.
Ia menekankan, perbedaan angka dan istilah semacam itu berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap program MBG sebagai program andalan Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau kerjasama tidak bisa dibangun dengan baik maka public trust terhadap program ini akan semakin turun Pak," ujarnya.
Karena itu, Charles meminta langkah besar untuk dikedepankan demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap program MBG. Serta, memperketat penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), menyamakan data antar lembaga, memperbaiki koordinasi operasional, dan menindaklanjuti pengawasan di dapur-dapur pelaksana MBG agar kasus serupa tidak terulang.
"Jadi harus ada hal besar yang diubah, harus ada langkah-langkah besar yang dilakukan untuk bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap program MBG ini," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022