
Menkomdigi Meutya Hafid saat melepas bantuan tangki air di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (26/12). (Istimewa)
JawaPos.com - Ketersediaan air bersih dan layanan komunikasi bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang kini mulai kembali normal.
Setelah beberapa waktu mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, kini masyarakat sudah dapat kembali menggunakan air untuk minum, memasak, beribadah, serta berkomunikasi dengan keluarga.
Sebanyak 118 unit tangki air bersih berkapasitas masing-masing 8.000 liter telah disalurkan ke daerah-daerah yang sumber airnya terdampak dan tercemar akibat banjir. Penyaluran bantuan air ini dilakukan secara bertahap selama kurang lebih satu pekan.
Bersamaan dengan itu, kondisi jaringan komunikasi di wilayah terdampak juga berangsur pulih seiring kembali aktifnya layanan telekomunikasi.
Warga kini bisa kembali menghubungi keluarga, memperoleh informasi, dan mengurus kebutuhan dasar yang sempat terhambat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan bahwa fokus pemulihan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan paling mendasar masyarakat terdampak.
“Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Meutya saat melepas bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (26/12).
Selain pasokan air bersih, bantuan yang diberikan juga mencakup obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda lengkap dengan fasilitas MCK, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Alat berat dan sumur bor turut disiagakan untuk membersihkan lumpur sisa banjir sekaligus mempercepat pemulihan lingkungan permukiman warga.
Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kemkomdigi dengan Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat membantu masyarakat Aceh Tamiang kembali beraktivitas normal dan menata kehidupan setelah bencana banjir.
Sementara itu, Meutya mengungkapkan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak telah mencapai lebih dari 95 persen.
Meski demikian, di sejumlah daerah seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, kondisi jaringannya masih sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik dan baru berada di kisaran 60 hingga 80 persen.
“Pemulihan jaringan tergantung ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” jelas Meutya.
Kemkomdigi pun memastikan akan terus mengawal proses pemulihan konektivitas agar akses informasi darurat tetap tersedia, layanan publik berjalan optimal, serta komunikasi antaranggota keluarga tidak kembali terputus.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
