
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1). (Istimewa)
JawaPos.com - Belakangan ini warganet ramai membicarakan biaya pengeboran sumur di lokasi terdampak bencana alam.
Berdasar siaran langsung Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1), ada pembahasan pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Dalam kesempatan itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa biaya pengeboran sumur dengan kedalaman 100-200 meter mencapai Rp 100-150 juta.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, untuk sumur bor dengan kedalaman 100-200 meter, biaya pengeboran Rp 100-150 juta termasuk terjangkau.
Apalagi air dari sumur bor tersebut sudah bisa langsung diminum atau dikonsumsi oleh masyarakat terdampak bencana alam.
”Maaf ya kalau 1 (sumur bor 100-200 meter) Rp 150 juta itu saya anggap relatif murah itu,” kata dia.
Prabowo menyatakan hal itu karena dia juga sudah membangun sumur bor dan biayanya lebih dari Rp 100-150 juta.
Karena itu, dia menyatakan bahwa laporan yang disampaikan oleh Maruli dan Suharyanto termasuk murah.
Mengingat kedalaman sumur bor tersebut mencapai 100-200 meter dan sudah termasuk alat-alat lain seperti instalasi seperti tangki air.
”Lengkap, bapak. Dengan instalasi airnya, kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat,” ucap Suharyanto.
Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa ada 2 jenis sumur bor yang dibangun oleh BNPB bersama TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.
Pertama adalah sumur bor dengan kedalaman 20-30 meter, sumur bor itu menghasilkan air bersih untuk kebutuhan non konsumsi. Kedua, sumur bor dengan kedalaman 100-200 meter untuk kebutuhan konsumsi.
”Untuk yang dibangun Polri itu kedalamannya 20-30 meter, airnya hanya untuk membersihkan. Kemudian yang dibangun oleh Pusterad, kami yang membiayai, itu kedalamannya 100-200 meter, itu yang untuk minum. Jadi, semuanya sudah dilaksanakan,” jelasnya.
Sementara itu, Maruli menyampaikan bahwa pihaknya sudah membangun 129 titik sumur bor. Angka itu belum termasuk sumur bor yang dibangun oleh Polri dan BNPB.
Apabila dijumlahkan secara keseluruhan di luar sumur bor buatan TNI AD, angkanya lebih dari 129 titik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
