
Presiden Prabowo Subianto/(Dok. Jawapos.com).
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam menegakkan integritas dan supremasi hukum tanpa pandang bulu. Ia memastikan tidak akan memberikan perlindungan kepada siapa pun yang terbukti melanggar hukum, termasuk jika pelanggaran itu dilakukan oleh kader Partai Gerindra.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo menceritakan pengalamannya saat menerima daftar puluhan perusahaan yang izinnya terancam dicabut, akibat pelanggaran aturan.
Prabowo mengaku sengaja tidak ingin melihat secara detail nama-nama pemilik perusahaan dalam daftar tersebut. Langkah itu diambil untuk menjaga objektivitasnya sebagai kepala negara, mengingat kemungkinan adanya relasi personal hingga kader partainya sendiri.
“Saya bilang, saya tidak mau lihat karena saya takut ada teman saya di situ. Begitu saya intip sedikit, eh ternyata ada Gerindra. Jadi, lebih baik saya tidak mau tahu,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral agar kebijakan negara tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi maupun politik. Proses penindakan, kata Prabowo, sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, landasan sikap tegas itu bersumber langsung dari amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat 3 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“UUD 45 Pasal 33 jelas tak usah ada penerjemah. Apa yang tidak jelas? Yang tidak paham, keluar saja dari jabatan. Segera mengundurkan diri,” tegasnya.
Prabowo juga mengungkapkan langkah konkret pemerintah dalam menyelamatkan aset negara. Hingga saat ini, pemerintah telah menyita sekitar 4 juta hektare kebun kelapa sawit yang terbukti melanggar hukum. Ia memastikan, upaya tersebut akan terus dilanjutkan secara masif pada tahun-tahun mendatang.
“Tahun 2026, kita targetkan menyita tambahan 4 sampai 5 juta hektare lagi. Kita juga sudah bertindak terhadap ratusan tambang ilegal dan menyelamatkan ratusan triliun rupiah uang negara,” ungkap Prabowo.
Prabowo pun mengajak seluruh menteri dan jajaran Kabinet Merah Putih untuk bersatu dalam memerangi korupsi dan penyelewengan. Ia menekankan, tugas utama pemerintah adalah memastikan kekayaan negara benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
“Uang rakyat harus dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. Tidak boleh satu persen pun tidak sampai ke rakyat. Ini tekad saya sebagai Presiden,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022