Pendiri Haidar Alwi Institute, Haidar Alwi. (Istimewa)
JawaPos.com - Opsi menjadikan Polri berada di bawah kementerian bukan hanya ditolak oleh internal kepolisian. Menurut pemerhati isu-isu kepolisian R. Haidar Alwi banyak masyarakat menolak opsi tersebut. Dia menilai, yang lebih penting saat ini adalah memastikan independensi kepolisian.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Haidar dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Rabu (28/1). Menurut dia, opsi tersebut harus ditunda dan ditinjau ulang. Mengingat yang dibutuhkan oleh Polri saat ini adalah perbaikan sebagai lembaga penegak hukum.
”Memperkuat independensi dan profesionalisme Polri dalam kerangka kelembagaan yang ada, meningkatkan mekanisme pengawasan dan akuntabilitas Polri, melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan secara luas dalam setiap pembahasan perubahan kebijakan kelembagaan Polri,” terang dia.
Hal itu disampaikan setelah melihat hasil survei terhadap 2.500 responden di seluruh Indonesia, Pendiri Haidar Alwi Institute itu menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat menolak opsi penempatan Polri di bawah kementerian. Hanya sebagian kecil yang setuju.
”Penolakan masyarakat (terhadap opsi penempatan Polri di bawah kementerian) mencapai 71,9 persen. Sedangkan yang mendukung kebijakan tersebut hanya 20,8 persen, dan sisanya 7,3 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab,” jelasnya.
Haidar menyampaikan bahwa data itu menunjukkan, penolakan masyarakat terhadap opsi tersebut bukan kebetulan, melainkan cerminan sikap yang konsisten dan stabil. Berdasar analisis deskriptif dan inferensial, penolakan terhadap penempatan Polri di bawah kementerian terjadi di seluruh kelompok demografi.
Hasil tabulasi silang dan uji chi-kuadrat, lanjut Haidar, menunjukkan bahwa kelompok usia menengah dan lanjut serta masyarakat perdesaan cenderung menunjukkan tingkat penolakan yang lebih tinggi. Pada kelompok usia muda dan masyarakat perkotaan, sikap penolakan tetap berada pada posisi dominan.
”Itu menegaskan bahwa resistensi terhadap reposisi Polri bukan fenomena lokal atau sektoral, melainkan sikap nasional lintas kelompok,” ungkap dia.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sudah menegaskan bahwa instansinya menolak berada di bawah kementerian. Menurut orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut, posisi Polri berada langsung di bawah presiden sudah tepat.
”Tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri di bawah kementerian khusus. Karena bagi kami posisi institusi polri saat ini adalah posisi yang sangat ideal. Kita bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas, di bidang hukum, di bidang pelayanan,” kata dia pada Senin (26/1).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022