
rekomendasi kuliner Malioboro yang pantang dilewatkan jika ingin merasakan liburan yang benar-benar berkesan./Pinterest/ Rahmawati Umasugi
JawaPos.com - Pemprov DIY berencana mengubah Malioboro menjadi full pedestrian tahun ini. Konsekuensi dari kebijakan ini, akan ada penataan lalu lintas, parkir hingga keberadaan moda transportasi ramah lingkungan di kawasan tersebut.
Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penataan ruang publik berkelanjutan. Selain itu juga pengurangan emisi di kawasan jantung kota dan meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
“Target awal memang 2025, tetapi kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk dieksekusi penuh," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Rabu (4/2).
Made menjelaskan, target tersebut meleser karena ada berbagai pertimbangan teknis dan sosial yang mengharuskan penerapan full pedestrian Malioboro dilakukan secara bertahap.
"Tahun 2026 ini diharapkan sudah ada indikasi kuat menuju kawasan pedestrian penuh, dengan penataan jalan-jalan penyangga terlebih dahulu,” bebernya.
Fokus pertama yang akan dilakukan adalah penataan di jalan penyangga Malioboro. Sebab, jalan itu yang nantinya akan menampung limpahan kendaraan ketika kebijakan full pedestrian diterapkan.
Dicontohkan, seperti Jalan Mataram, Jalan Bhayangkara, dan kawasan sekitarnya disiapkan agar mampu mengakomodasi peralihan arus kendaraan secara tertib dan terkendali.
“Ketika Malioboro menjadi kawasan pedestrian penuh, harus dipastikan parkir, logistik usaha, dan aktivitas pedagang tetap terakomodasi melalui sistem pengaturan yang jelas dan tertib,” paparnya.
Selain itu, persoalan parkir dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) juga turut diperhatikan.
Pihaknya tengah menginventarisasi kantong parkir komunal dan penataan PKL supaya aktivitas ekonomi tetap berlanjut.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan, akan menerapkan pembatasan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) di sepanjang Malioboro.
Artinya tidak hanya kendaraan pribadi, angkutan umum berbasis BBM, becak motor (bentor) hingga bajaj maxride dilarang melintas ketika kebijakan sudah diterapkan. "Akses kawasan difokuskan pada moda transportasi ramah lingkungan," ujarnya.
Sebagai penunjang kebijakan tersebut, Pemprov DIY menyediakan transportasi umum berbasis energi bersih. Misal becak listrik dan bus listrik si Thole.
Dishub berencana akan memasang portal pembatas di sejumlah akses masuk Maloboro. Kemudian mempersiapkan skema khusus pengaturan bongkar muat logistik bagi pelaku usaha di sepanjang Jalan Malioboro.
"Ini membutuhkan dukungan semua pihak, dari pemerintah, aparat hingga masyarakat," sambungnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022