Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. (istimewa)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ia menyebut, satu abad kiprah NU sebagai bukti nyata kontribusi organisasi masyarakat (ormas) keagamaan tersebut dalam menjaga dan membesarkan Indonesia.
“Saudara-saudara 100 tahun kiprah, pengabdian NU telah membuktikkan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya NU tampil untuk menyelamatkan," kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara 'Mujahadah Kubro Satu Abad NU' di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2).
Prabowo mengaku selalu merasakan energi positif setiap berada di tengah keluarga besar NU. Kehadiran para warga nahdliyin, lanjut Prabowo, menghadirkan ketenangan sekaligus harapan bagi masa depan bangsa.
“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nadatul Ulama, saya selalu bahagia, saya selalu semangat. Karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati saudara-saudara dan saudari-saudari sekalian, saya merasakan semangat persatuan semangat guyup, semangat ingin menegakkan kedamaian, saya merasakan harapan, saya merasakan harapan atas kekuatan negara yang adil," ucapnya.
Prabowo lantas mengungkit soal semangat kemerdekaan bangsa Indonesia. Ia menyebut, kemerdekaan bangsa Indonesia tidak hanya diproklamasikan di Jakarta, tetapi juga diuji melalui perjuangan fisik di daerah, khususnya Jawa Timur.
“Saudara-saudara sekalian proklamasi kemerdekaan negara kita. Iya, 17 Agustus 1945 memang di Jakarta. Proklamasinya di Jakarta, tetapi ujian kemerdekaan itu, kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur diuji di Surabaya, diuji dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya," bebernya.
Ia menekankan, pertempuran di Surabaya menjadi bukti keteguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari kekuatan dunia.
“Dan dalam pertempuran itu kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia," urainya.
Prabowo menegaskan, peran ulama dan kiai dalam memimpin rakyat menghadapi penjajahan terus disuarakan. Menurutnya, itu sebagai bukti bahwa bangsa Indonesia tidak tunduk pada siapapun.
“Kita telah berhasil menghadapi Inggris, pemenang perang dunia kedua. Rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya, dipimpin oleh Kyai dan Ulama kita telah buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapapun yang ingin menjajah bangsa kita," cetusnya.
Prabowo tak memungkiri, NU secara konsisten menunjukkan teladan dalam menjaga persatuan nasional. Karena itu, ia mengajak untuk bersam-sama hidup rukun dalam berbangsa dan bernegara.
“Saudara-saudara sekalian, NU selalu memberi contoh, selalu berusaha untuk menjaga persatuan. Dan memang itulah pelajaran sejarah tidak ada bangsa yang kuat dan bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun," pungkasnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
