
Lokasi kebakaran gudang di Tangsel sedang dalam pengawasan petugas untuk dilakukan pemeriksaan. Akibat kejadian ini terjadi pencemaran pestisida di Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane. (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Lingkungan Hidup (LH) turun melakukan pemeriksaan kasus kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan (Tangsel). Karena kasus ini memicu pencemaran pestisida di Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane.
Kementerian LH turun ke lokasi kejadian kebakaran untuk melakukan pemeriksaan atas insiden kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama (BS). Kebakaran tersebut mengakibatkan cairan pestisida mengalir ke Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane Tangsel.
Seperti diketahui PT Biotek Saranatama berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong, Blok K3 Nomor 37, Kecamatan Setu, Tangsel. Perusahaan itu menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos. Bahan kimia ini umum digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan sekitar 20 ton bahan pestisida terbakar dalam peristiwa tersebut. Kemudian air sisa pemadaman yang bercampur dengan residu bahan kimia mengalir ke badan sungai dan menyebabkan pencemaran. “Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hanif, Kamis (12/2).
Pantauan Kementerian LH, pencemaran di Sungai Cisadane dilaporkan telah meluas hingga kurang lebih 22,5 kilometer. Meliputi wilayah Kota Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Dampak yang teridentifikasi antara lain kematian berbagai biota akuatik. Seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian LH melakukan pengambilan sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cisadane. Selain itu mengumpulkan sepuluh sampel ikan mati untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan lanjutan juga akan dilakukan terhadap air Sungai Jeletreng, air tanah, serta biota perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi.
“Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari," katanya. Karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata. Serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup.
Kementerian LH menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti insiden ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan akuntabel. Termasuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) yang diterapkan oleh perusahaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022