
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melakukan penandatanganan keanggotaan Board of Peace dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. (Medsos X)
JawaPos.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Sarmuji, menyambut positif bergabungnya Israel ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP). Menurutnya, kehadiran Israel di forum tersebut justru membuka ruang diplomasi yang lebih taktis dan langsung bagi Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Ia menilai, keikutsertaan Israel di BOP menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menyuarakan perdamaian langsung ke Israel.
“Sebenarnya bergabungnya di BOP itu kesempatan menyuarakan perdamaian dari jarak yang sangat dekat. Dari orang yang berkepentingan, dari orang yang berkonflik itu, kita bisa suarakan langsung,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (13/2).
“Bahkan bisa dibisikkan langsung, bisa dibisikkan ke Trump, bisa dibisikkan ke Netanyahu untuk menjaga perdamaian di Palestina,” sambungnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar itu menjelaskan, selama ini Indonesia konsisten menyuarakan solusi dua negara (two-state solution). Namun, ia mencatat adanya kecenderungan menghindari penyebutan nama Israel dalam diplomasi publik, padahal inti dari solusi tersebut adalah keberadaan dua negara yang hidup berdampingan.
“Kita ngomong dua negara tapi tidak menyebut Israel. Padahal solusi dua negara itu maksudnya Palestina berdampingan dengan Israel. Nah, ini menurut saya menarik,” ucapnya.
Ia berharap, pemerintah Indonesia dapat memainkan peran strategis dari jarak yang lebih dekat untuk mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Menanggapi kekhawatiran publik terkait bergabungnya Israel dalam BOP, Sarmuji menegaskan hal tersebut tidak perlu dipersoalkan. Sebaliknya, hal itu harus dipandang sebagai peluang komunikasi yang lebih intensif.
“Justru kalau Israel bergabung, ada peluang kita untuk berbicara lebih sering dan lebih dekat kepada Israel. Solusi dua negara adalah kebijakan kita dan akan didukung banyak negara lain, termasuk negara-negara Eropa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji memastikan bahwa keterlibatan dalam forum yang sama dengan Israel tidak akan menggoyahkan sikap dasar Indonesia terhadap Palestina.
Ia menegaskan, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam politik luar negeri Indonesia.
“Presiden tidak akan goyah untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Itu sudah seperti ‘kata suci’ dalam diplomasi luar negeri kita. Bahwa kemerdekaan suatu bangsa adalah hak yang tidak bisa diambil alih oleh bangsa lain. Pemerintah dan Presiden pasti sangat memahami hal itu,” pungkasnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
