
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investasi Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan keprihatinannya atas pengelolaan lahan milik Perum Perhutani di kawasan sekitar Waduk Jatiluhur dan Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Ia menilai lahan tersebut seharusnya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, bukan dikuasai oleh pengusaha besar.
Hal itu disampaikan Nanik saat meninjau kebun pisang Cavendish di Desa Pasir Jambu, Kecamatan Maniis, awal pekan ini. Dalam kesempatan tersebut, ia secara langsung mengungkapkan pandangannya kepada Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hafidin.
“Saya unhappy melihat ini semua, Pak Wabup. Seharusnya rakyat yang lebih berhak untuk mengelola lahan milik Perhutani ini, untuk kesejahteraan mereka,” kata Nanik.
Kunjungan tersebut awalnya diwarnai apresiasi terhadap luasnya kebun pisang yang terbentang di lereng kawasan waduk. Nanik bahkan sempat menanam bibit pisang bersama sejumlah pejabat daerah dan perwakilan Badan Gizi Nasional.
Namun, pandangannya berubah setelah mengetahui bahwa kebun pisang seluas sekitar 65 hektare beserta fasilitas pengepakan hasil panen dimiliki oleh pihak swasta skala besar. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat.
“Dengan status tanah negara, rakyat bisa memanfaatkan langsung tanah negara ini dalam program Perhutanan Sosial,” ucap Nanik.
Program Perhutanan Sosial sendiri dirancang untuk memberikan akses kepada masyarakat dalam mengelola kawasan hutan secara legal dan berkelanjutan. Skema ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Untuk bagi hasilnya, 95 persen untuk rakyat, dan 5 persen untuk administrasi ke negara,” kata Nanik.
Ia menilai, masyarakat sekitar seharusnya dapat membentuk kelompok tani dan memanfaatkan lahan tersebut untuk budidaya, termasuk tanaman pisang. Hasil produksi nantinya dapat disalurkan untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Nanik juga menyoroti jenis komoditas yang ditanam. Menurutnya, pisang Cavendish memiliki ukuran yang relatif besar sehingga kurang sesuai untuk kebutuhan distribusi MBG.
“Tapi kalau pisang Cavendish tampaknya terlalu besar untuk masuk ke dalam ompreng. Jadi sebaiknya disiapkan pisang dalam ukuran yang lebih kecil, seperti pisang raja,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Nanik mendorong Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk membantu masyarakat mengurus perizinan pengelolaan lahan melalui Dinas Kehutanan Jawa Barat maupun Kementerian Kehutanan.
“Habis ini saya juga akan ngomomg ke (Menteri Kehutanan) Raja Juli Antoni,” ucapnya.
Dalam kesenpatan itu, Nanik juga mendorong pemerintah daerah Purwakarta untuk mengembalikan status pekerja karamba jaring apung di Waduk Cirata menjadi pemilik usaha perikanan. Dia meminta Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hafidin mengambil langkah konkret agar para pekerja karamba bisa kembali memiliki usaha sendiri.
“Waduk ini punya negara, maka kembalikanlah orang-orang yang sekarang ini hanya menjadi pekerja karamba ini menjadi tempat ini,” kata Nanik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022