
Ulama kharismatik Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya usai acara buka puasa bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3). (Setpres)
JawaPos.com - Ulama kharismatik Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa bagi Presiden RI Prabowo Subianto agar diberi kekuatan dan kelapangan dalam menjalankan amanah memimpin bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Buya Yahya setelah menghadiri undangan Presiden Prabowo dalam acara buka puasa bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3).
Menurut ulama asal Cirebon itu, menjadi pemimpin negara bukanlah tugas yang ringan. Di balik berbagai keputusan besar, ada tanggung jawab besar yang harus dipikul demi kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.
“Yang terpenting doa. Karena jadi presiden tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita agar mereka bisa sukses menjalankan tugasnya,” kata Buya Yahya.
Ia berharap, doa masyarakat dapat menjadi energi kebaikan bagi kepemimpinan nasional, sehingga Indonesia tetap berada di jalan yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
“Mendoakan agar beliau sukses, beliau berjaya, umat damai, rakyat bahagia,” ucapnya.
Buya Yahya juga menyampaikan apa yang ia sebut sebagai “pesan cinta” kepada Presiden Prabowo. Ia menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan dan kedamaian.
“Pesan cinta, kita ingin bagaimana Ramadan ini damai dan tenteram. Alhamdulillah semuanya sudah baik-baik. Ramadan kita jadikan momentum kebaikan, Ramadan damai, Ramadan penuh keindahan,” ungkapnya.
Selain itu, Buya Yahya juga menyinggung kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Ia menilai situasi di dalam negeri masih aman dan tenteram.
Menurutnya, hal tersebut tercermin dari masyarakat yang tetap dapat menjalankan berbagai kewajiban dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi, keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan tugas-tugas dan kewajiban secara pribadi, keluarga, dan kemasyarakatan. Kalau ada hal-hal lain yang berkaitan dengan luar negeri, tentu ada yang lebih mengetahui dalam hal itu,” pungkasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
