
Gumpalan asap membumbung saat serangan menghantam Teheran pada Kamis, 5 Maret 2026 di tengah perang AS-Israel terhadap Iran. (Vahid Salemi/AP).
JawaPos.com - Perang yang pecah di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat dan Israel disebut membawa dampak kepada kondisi keamanan Indonesia. Keadaan ini bisa mempengaruhi pasokan energi nasional hingga potensi polarisasi ideologi di dalam negeri.
Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah mengatakan, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak masih tinggi. Sedangkan ketahanan cadangan energi nasional hanya berkisar 20 hari. Kondisi ini perlu menjadi perhatian.
"Rentetan eskalasi ini turut memicu kerawanan sosial di dalam negeri, ditandai dengan penetapan status siaga tiga oleh TNI guna mengantisipasi kemungkinan demonstrasi massal," kata Tia dalam diskusi virtual, Minggu (8/3).
Pada kesempatan yang sama, Dosen Ketahanan Nasional SPPB UI M. Syaroni Rofii menilai, kondisi di Timur Tengah merupakan perang asimetris. Ketegangan makro ini dipastikan akan menekan pasokan BBM nasional dan berdampak langsung pada kelangsungan sektor usaha mikro.
"Di tengah minimnya peran PBB serta sikap China dan Rusia yang memilih memantau dari kejauhan, Indonesia disarankan mengambil jalur shuttle diplomacy untuk tampil sebagai aktor penengah strategis di kancah global," imbuhnya.
Sementara, Pengamat Terorisme M. Syauqillah menyoroti pergeseran bahaya konflik ke ruang digital yang memicu polarisasi masyarakat. Sentimen publik terpecah ke dalam berbagai narasi, mulai dari ajakan jihad, khilafah, isu akhir zaman, hingga polarisasi pro dan anti-Syiah.
Ancaman menjadi semakin nyata apabila kelompok teror mengeksploitasi secara massif sentimen tersebut . Lebih jauh lagi, memanasnya tensi konflik di media sosial turut memperbesar risiko munculnya lone actor atau pelaku teror tunggal yang teradikalisasi secara mandiri. Menghadapi potensi penyebaran propaganda ideologis di media sosial dan dampak ke ekonomi sosial.
"Strategi mitigasi yang komprehensif harus disiapkan untuk merespons dampak keamanan, politik, ekonomi dan fragmentasi sosial dengan mempertimbangkan level, mulai dari level rendah, moderat, tinggi, hingga ekstrem," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022