Ilustrasi kepadatan kendaraan mudik di GT Warugunung. (Alfian Rizal/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Gelombang arus mudik Lebaran diperkirakan mulai terjadi sejak Kamis (13/3). Pemerintah mencatat jumlah pemudik tahun ini diproyeksikan mencapai 143,91 juta orang.
Kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat, sehingga berpotensi memicu kemacetan, terutama di ruas jalan tol yang meninggalkan Jakarta.
Berdasarkan hasil kajian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Dari total tersebut, mobil pribadi diperkirakan tetap menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan. Tercatat sekitar 76,24 juta pemudik diproyeksikan menggunakan mobil pribadi untuk pulang ke kampung halaman.
Selain itu, penggunaan sepeda motor juga masih cukup tinggi. Kemenhub memperkirakan sekitar 24,08 juta orang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor. Sementara itu, moda transportasi bus diprediksi mengangkut sekitar 23,34 juta penumpang selama periode mudik tahun ini.
Dominasi kendaraan pribadi, khususnya mobil, dinilai berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di sejumlah titik, terutama di ruas jalan tol yang menjadi jalur utama keluar dari Jakarta menuju berbagai daerah.
Fenomena kemacetan panjang saat arus mudik sendiri hampir selalu terjadi setiap tahun. Laporan mengenai antrean kendaraan di jalan tol, khususnya menjelang puncak arus mudik, menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola lalu lintas dan pemerintah.
Country Manager Axis Communications Indonesia, Johny Dermawan, mengatakan diperlukan langkah antisipasi untuk meminimalkan kemacetan tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas yang lebih canggih.
“Salah satu cara yang bisa digunakan lewat analisis cerdas, berdasarkan pemantauan CCTV,” kata Johny dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Menurut Johny, saat ini teknologi CCTV tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pemantau biasa. Perangkat tersebut telah dilengkapi chip khusus yang mampu memproses data lalu lintas dan menghasilkan analisis yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan.
Ia menambahkan, kemacetan di jalan tol saat arus mudik sebenarnya dapat dipetakan penyebabnya. Biasanya kepadatan terjadi di pintu tol atau rest area yang penuh oleh kendaraan pemudik.
“Biasanya terjadi di pintu tol, atau rest area yang penuh,” ujarnya.
Baca Juga:Kemenkes Imbau Keluarga dengan Anak Bergejala Campak Tunda Mudik Lebaran, Bisa Menulari 18 Orang!
Selain itu, keberadaan pasar tumpah di sekitar pintu keluar tol juga kerap menjadi pemicu kemacetan di jalan tol. Melalui analisis cerdas dari sistem CCTV, petugas dapat lebih cepat melakukan rekayasa lalu lintas sehingga kemacetan dapat segera diurai.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022