
Ilustrasi: Serangan Iran ke negara-negara UEA sebabkan beberapa korban jiwa. (ArmenPress)
JawaPos.com - Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam kondisi tersebut, Indonesia sebagai negara non blok terus berikhtiar agar eskalasi tersebut dapat mereda. Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mendukung penuh ikhtiar tersebut.
Eskalasi konflik di Timur Tengah yang terjadi saat ini berpotensi memicu perang berskala luas yang dapat mengancam stabilitas global serta masa depan kemanusiaan. Inisiator dan Ketua Umum GKB-NU Hery Haryanto Azumi menyatakan bahwa perang dalam bentuk apa pun merupakan tragedi kemanusiaan yang merusak tatanan peradaban.
”Apa pun latar belakang dan tujuannya, tetap merupakan tragedi kemanusiaan yang menghancurkan hak manusia untuk hidup damai dan berkeadilan. GKB-NU mengutuk keras setiap agresi terhadap negara berdaulat seperti Republik Islam Iran. Agresi dan konter-agresi harus segera dihentikan demi menyelamatkan jiwa-jiwa manusia yang menjadi masa depan peradaban dunia,” kata dia pada Selasa (17/2).
Menurut Hery, langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto untuk terlibat dalam upaya mediasi merupakan keputusan strategis yang sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif Indonesia. Dia mengapresiasi upaya Prabowo meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah. Menurut dia, langkah itu memang harus ditempuh.
”Itu merupakan langkah genuin yang berakar pada prinsip bebas-aktif dan semangat non-blok yang selama ini menjadi norma politik luar negeri Indonesia,” ujarnya.
Sebagai salah satu negara dengan populasi muslim paling besar di dunia, lanjut Hery, organisasinya mendorong agar Pemerintah Indonesia memainkan peran yang lebih besar. Caranya dengan menggalang kepemimpinan moral dan intelektual dunia Islam. Bila perlu, Presiden Prabowo mengundang para ulama, intelektual, dan pemimpin negara-negara muslim untuk merumuskan posisi bersama dalam upaya perdamaian ini.
”Negara-negara Muslim yang mewakili seperempat populasi dunia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam konflik besar yang akan menentukan masa depan kawasan Timur Tengah,” jelasnya.
Selain itu, GKB-NU memandang keterlibatan ulama dari berbagai mazhab serta tokoh agama lintas iman bakal memperkuat posisi netral Indonesia dalam upaya mediasi.Dalam konteks geopolitik global, Hery menyebut, Indonesia perlu menggalang solidaritas negara-negara Global South sesuai dengan semangat yang pernah digagas pada Konferensi Asia Afrika pada 1955 di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno.
”Solidaritas Global South harus dihidupkan kembali agar dunia berkembang mampu berdiri sejajar dengan Global North. Semangat Dasasila Bandung menjadi fondasi moral bagi terciptanya tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang,” kata dia.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
