
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (ANTARA/Dokumentasi pribadi)
JawaPos.com - Korlantas Polri mencatat 141 kecelakaan lalu lintas pada periode 17-18 Maret 2026. Sebanyak 21 korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di tengah-tengah pelaksanaan Operasi Ketupat tersebut. Namun, secara umum petugas menyatakan bahwa situasi dan kondisi masih terkendali.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Humas Operasi Ketupat 2026 Kombes Jansen Avitus Panjaitan menyampaikan bahwa ratusan kecelakaan lalu lintas itu dilaporkan terjadi antara pukul 18.00 WIB kemarin-pukul 06.00 WIB hari ini. Lokasi kecelakaan berada di jalur tol dan non tol.
”Pada periode itu, situasi kamtibmas secara umum terpantau aman dan kondusif. Tidak terdapat kejadian menonjol. Pada data kecelakaan lalu lintas, tercatat 141 kejadian kecelakaan, dengan rincian 21 orang meninggal dunia, 42 orang luka berat, dan 188 orang luka ringan, serta kerugian material sekitar Rp 595 juta,” kata dia.
Pada periode yang sama, Korlantas Polri mencatat terjadi 85 pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera ETLE. Namun demikian, tidak dilakukan penindakan maupun teguran. Itu sesuai dengan keputusan yang diambil oleh Korlantas Polri untuk melaksanakan Operasi Ketupat 2026 sebagai operasi kemanusiaan.
”Untuk data penegakan hukum lalu lintas, tercatat 85 pelanggaran melalui Etle, tanpa penindakan non-Etle maupun teguran pada periode tersebut,” ujarnya.
Berkaitan dengan fatalitas kecelakaan lalu lintas sepanjang Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa terjadi penurunan sekitar 40 persen dibandingkan periode sebelumnya. Menurut dia, itu mencerminkan efektivitas langkah pengamanan, pelayanan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kelancaran arus mudik.
”Untuk angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sekitar 40 persen Hal ini menunjukkan upaya negara melalui pos pengamanan, pos pelayanan, serta dukungan teknologi informasi mudik sudah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” terang dia.
Sebelumnya diberitakan bahwa pergerakan pemudik melalui jalan tol dan jalur arteri terus naik sejak Rabu pagi (18/3). Meski sampai hari ini masih terjadi kepadatan di beberapa titik, Korlantas Polri menyebut bahwa puncak arus mudik berlangsung tadi malam. Volume kendaraan yang melintas mencapai angka 250 ribu.
Agus menyampaikan hal itu di sela-sela pemantauan arus mudik pada Kamis dini hari (19/3). Dia mengatakan, penetapan puncak arus mudik berdasar pada hasil pemantauan langsung di lapangan terhadap pergerakan kendaraan di jalur tol maupun arteri.
”Jika dibandingkan dengan Selasa 17 Maret 2026, terjadi peningkatan volume kendaraan. Pada Selasa 17 Maret 2026 sekitar 221 ribu kendaraan, dan Rabu malam (18 Maret 2026) diproyeksikan mencapai sekitar 250 ribu kendaraan,” kata Agus kepada awak media.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
