
Penumpang kereta api. (Istimewa).
JawaPos.com – Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, sebanyak 10.003.583 orang telah melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum sejak H-8 hingga H-1 Lebaran.
"Angka tersebut meningkat 9,23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 9.158.315 penumpang," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, Minggu (22/3).
Lebih rinci, Titis membeberkan berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, moda perkeretaapian menjadi penyumbang terbesar dengan 2.981.945 penumpang atau naik 13,22 persen.
Kemudian, disusul angkutan penyeberangan sebanyak 2.482.303 orang atau naik 14,78 persen, angkutan udara 2.190.282 orang atau naik 3,05 persen, angkutan darat 1.587.060 orang atau naik 9,18 persen, dan angkutan laut 761.993 orang.
Pada H-1 saja, total pergerakan penumpang mencapai 915.635 orang. Rinciannya, kereta api sebanyak 302.823 orang, angkutan udara 207.261 orang, penyeberangan 189.804 orang, angkutan darat 161.054 orang, dan angkutan laut 54.693 orang.
Selain penumpang, pergerakan kendaraan juga mengalami peningkatan. Di gerbang tol wilayah Jabodetabek, tercatat 117.016 kendaraan keluar dan 66.210 kendaraan masuk pada H-1.
"Total pergerakan kendaraan keluar dan masuk pada gerbang Tol Jabodetabek tercatat sebanyak 248.349 unit, dan pada gerbang Tol Non-Jabodetabek sebanyak 236.758 unit," ungkapnya.
Sementara itu, di jalur arteri, kendaraan yang keluar dari Jabodetabek mencapai 474.454 unit dan yang masuk sebanyak 360.479 unit. Untuk wilayah non-Jabodetabek, pergerakan kendaraan di jalan arteri tercatat 491.901 unit.
Dari sisi ketepatan waktu (on time performance/OTP), moda kereta api mencatat performa tertinggi, yakni 98,20 persen untuk antarkota dan 98,90 persen untuk regional.
"Disusul angkutan laut 95,70 persen, penerbangan domestik 85,79 persen, internasional 70,24 persen, angkutan darat 72,49 persen, dan penyeberangan 63,19 persen," tukasnya.
