Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Polri)
JawaPos.com - Korlantas Polri mendapat capaian bagus dalam pengamanan mudik dan arus balik lebaran 2026. Operasi Ketupat 2026 dianggap sukses karena angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas menurun signifikan.
Tingginya volume kendaraan yang melakukan perjalanan berhasil diantisipasi oleh petugas di lapangan. Hasilnya, angka fatalitas kecelakaan turun lebih dari 30 persen. Nilai signifikan dibanding tahun lalu.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 didapat dari evaluasi menyeluruh dari periode mudik 2025. Kekurangan yang ditemukan diperbaikan pada tahun ini.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2025, mudik tahun 2026 menunjukkan hasil yang jauh lebih baik. Penurunan fatalitas lakalantas yang signifikan ini menjadi bukti bahwa upaya pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Ini adalah hasil kerja keras seluruh stakeholder dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Agus, Kamis (2/4).
Agus memaparkan, hasil analisa dan evaluasi (aneh) mendapati angka 31,19 persen untuk kategori penurunan fatalitas. Artinya korban jiwa berkurang 136 orang dibanding tahun lalu.
Sedangkan, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas turun 6,31 persen dari 3.754 kasus menjadi 3.517 kasus. Penurunan juga tercatat pada kategori luka berat sebesar 13,8 persen.
Selama periode 13 hingga 29 Maret 2026, pergerakan kendaraan di gerbang utama Jakarta terpantau sangat masif. Arus keluar ibu kota terealisasi 3.255.002 kendaraan atau naik 18,43 persen dari kondisi normal, sedangkan arus masuk Jakarta terealisasi 2.989.931 kendaraan atau naik 10,79 persen dari kondisi normal.
Tingkat kepatuhan pemudik untuk kembali ke Jakarta juga cukup tinggi, yakni sekitar 88,1 persen dari total proyeksi kendaraan telah kembali masuk ke wilayah Ibu Kota hingga akhir periode operasi.
Selama Operasi Ketupat 2026, Polri memberlakukan 285 kali intervensi rekayasa lalu lintas. Terdiri dari pengalihan arus 205 kali, contraflow 39 kali, one way lokal presisi 39 kali, dan one way nasional presisi 2 kali.
Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan rest area, pembatasan kendaraan angkutan barang, serta kebijakan Work From Anywhere dan diskon tarif tol membuat kepadatan kendaraan pemudik semakin terurai.
Sektor transportasi publik juga mengalami kenaikan penumpang yang signifikan di semua moda. Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor pelabuhan sebesar 15,51 persen atau 5,52 juta penumpang, disusul terminal 11,41 persen, stasiun 8,06 persen, dan bandara 6,99 persen.
Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 juga tidak lepas dari berbagai stimulus kebijakan pemerintah, mulai dari diskon tarif tol dan transportasi publik, program mudik gratis, hingga kebijakan WFA/WFH yang terbukti efektif memecah konsentrasi kepadatan arus. Ketegasan penerapan SKB pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas juga memberi pengaruh signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas.