
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebanyak tiga prajurit TNI gugur dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Insiden tersebut menambah daftar panjang korban dalam konflik yang melibatkan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain tiga korban jiwa, lima prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang diduga dilakukan oleh militer Israel.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar kecelakaan dalam konflik, melainkan bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan mandat perdamaian dunia.
“Tiga prajurit kita meninggal dan lima orang mengalami luka luka. Aksi penyerangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menunjukkan mereka merasa berdiri diatas hukum," kata Said Abdullah kepada wartawan, Minggu (5/4).
Menurutnya, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian bukanlah kejadian tunggal. Ia mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2024, telah terjadi puluhan serangan terhadap fasilitas dan personel PBB di Lebanon yang menunjukkan pola tindakan berulang.
“Jika kita hitung sejak Oktober 2024, tentara Israel telah melakukan serangan 25 kali terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon," tegasnya.
Ia menilai, tindakan berulang tersebut mencerminkan adanya impunitas yang seolah dibiarkan oleh komunitas internasional. Hal ini juga sejalan dengan berbagai tuduhan pelanggaran kemanusiaan yang terjadi di wilayah konflik lain seperti Gaza, Palestina.
“Tragedi berulang yang dilakukan oleh Israel ini seolah mendapatkan impunitas. Seperti halnya mereka melakukan kejahatan kemanusiaan di Gaza, Palestina. Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang di lakukan oleh Israel," tuturnya.
Said menegaskan bahwa gugurnya tiga prajurit TNI harus menjadi momentum bagi PBB untuk menunjukkan ketegasan. Ia mendesak agar lembaga internasional tersebut tidak hanya mengeluarkan pernyataan, tetapi juga mengambil langkah konkret melalui mekanisme hukum internasional.
“Terbunuhnya 3 orang prajurit TNI dan 5 lainnya luka luka harus menjadi momentum bagi PBB untuk bertindak lebih tegas dan nyata terhadap Israel sebagai pembuktian organisasi ini masih berfungsi," cetusnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
