Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 April 2026 | 22.47 WIB

Krisis BBM Akibat Perang di Timur Tengah, TNI AL Sesuaikan Mesin Kapal Perang agar Bisa Gunakan Bahan Bakar B35 dan B50

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan operasional bus listrik sebagai bagian dari upaya meminimalisir penggunaan BBM di jajaran Angkatan Laut. (Humas TNI AL) - Image

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan operasional bus listrik sebagai bagian dari upaya meminimalisir penggunaan BBM di jajaran Angkatan Laut. (Humas TNI AL)

JawaPos.com - Perang di Timur Tengah mengakibatkan suplai bahan bakar minyak (BBM) tersendat. Kondisi itu memaksa TNI menyesuaikan diri demi efisiensi bahan bakar. TNI AL yang sudah mulai menggunakan bahan bakar B35 kini mengupayakan agar kapal-kapal perang mereka bisa beroperasi dengan mengandalkan bahan bakar B50.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Markas Besar TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) pada Kamis (16/4). Ali menyampaikan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan pada kapal-kapal patroli yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

”Untuk patroli sementara ini kami masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35. Kemudian ke depan akan menggunakan bahan bakar B50, (untuk penggunaan) B50 itu tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya,” terang Ali.

Selain menyesuaikan penggunaan bahan bakar untuk kapal perang, TNI AL juga melakukan efisiensi dengan mengandalkan beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru. Diantaranya dengan menggunakan drone dan Kapal Selam Tanpa Awak atau KSOT. Menurut Ali, kedua alutsista tersebut sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan patroli.

”Kami akan mengedepankan juga penggunaan drone, drone itu sangat efektif dan sangat efisien karena dia juga bisa digerakkan dengan jarak yang cukup jauh untuk melaksanakan patroli dari udara maupun dari permukaan. Bahkan nanti ke depan seperti KSOT juga akan kami gunakan untuk di bawah air,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, untuk meminimalisir penggunaan BBM, Ali meluncurkan 20 bus listrik. Orang nomor satu di TNI AL itu menyampaikan bahwa pelan-pelan instansinya mulai beralih dari penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan bertenaga listrik.

”Hari ini, kami TNI Angkatan Laut mulai meresmikan penggunaan mobil listrik. Selain merupakan program pemerintah dalam rangka penghematan energi dan juga menjaga polusi udara, dengan penggunaan mobil listrik maka kita tidak akan ketergantungan lagi pada keterbatasan BBM,” kata Ali.

Sebagaimana telah diketahui oleh publik secara luas, Ali menyampaikan bahwa saat ini BBM menjadi barang langka yang sulit diperoleh. Penyebabnya tidak lain karena perang yang terjadi di Timur Tengah. Persisnya perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, Iran, dan negara-negara teluk lainnya. Karena itu, TNI AL memandang perlu kebijakan baru.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore