
Kepala Bacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema berfoto bersama ribuan ASN dari 55 kementerian dan lembaga yang akan mengikuti Latsarmil pembentukan Komcad ASN. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah berjalan sejak 2021. Sampai hari ini (22/4), tercatat sudah ada 50 ribu Komcad dari berbagai latar belakang. Baik Komcad reguler maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sebelum memulai pembentukan Komcad ASN dengan menggandeng 55 kementerian dan lembaga, Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan sudah lebih dulu membentuk Komcad dari ASN Kemhan. Hari ini, sebanyak 1.733 ASN kembali dilepas untuk mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dalam rangka pembentukan Komcad.
”Jumlah sekarang puji syukur kurang lebih sekitar mendekati 50 ribu anggota Komponen Cadangan. Terstruktur, terkomposisi, baik itu Komponen Cadangan yang bersifat reguler, Komponen Cadangan yang bersifat dari ASN yang sudah didahului oleh ASN Kementerian Pertahanan, sekarang seluruh kementerian dan lembaga,” ucap Kepala Bacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema.
Baca Juga:Kembali Singgung Selat Hormuz, Trump Sebut Iran Tak Sungguh-Sungguh Ingin Menutup Jalur Minyak Dunia
Meski jumlahnya sudah 50 ribu, pembentukan Komcad terus berlanjut. Khusus ASN di level pusat, Kemhan menarget 4 ribu Komcad tahun ini. Karena itu kekurangan 2.227 ASN kementerian dan lembaga akan diupayakan terpenuhi dalam pembentukan ASN Komcad gelombang kedua.
”Sebagaimana awal tahun, bapak menteri pertahanan sudah menegaskan bahwa tahun 2026, 4.000 ASN akan kami bentuk dalam Komcad. Gelombang pertama belum memenuhi 2.000 ASN, tetapi ini nanti akan kami lengkapi di gelombang kedua nanti,” kata dia.
Menurut Gabriel, ASN adalah potensi besar dalam ikhtiar pembentukan Komcad. Sebab, jumlah ASN se-Indonesia mencapai 5 juta orang. Menurut dia, angka itu menunjukkan potensi kekuatan yang besar. Sehingga Kemhan terus mengajak agar para ASN di level pusat dan daerah untuk bergabung dalam program pembentukan Komcad.
”ASN ini kurang lebih jumlah sekitar hampir 5 juta di seluruh Indonesia. Itu potensi kekuatan pertahanan yang terbesar. Tentunya proses penyiapannya harus dilalui dan disiapkan oleh kita semua,” kata dia.
Sebanyak 1.773 calon Komcad ASN sudah dilepas oleh Gabriel melalui upacara pelepasan ribuan ASN di Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim), hari ini. Dia menyebut, 1.773 calon ASN Komcad itu berasal dari 2.000 lebih ASN yang ikut seleksi.
”Sejumlah 1.773 (ASN) ini gelombang pertama. Sebagaimana awal tahun, bapak menteri pertahanan sudah menegaskan bahwa tahun 2026, 4.000 ASN akan kami bentuk dalam Komcad. Gelombang pertama belum memenuhi 2.000, tetapi ini nanti akan kami lengkapi di gelombang kedua nanti,” terang dia.
Pembentukan Komcad berlatar belakangan ASN merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan agenda nasional. Yakni bela negara untuk memperkuat karakter kebangsaan dan mewujudkan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022