
Sebuah kapal tanker minyak yang berlayar melalui Selat Hormuz tiba di perairan teritorial Irak di lepas pantai Basra, Irak (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, mendesak pemerintah segera memperkuat langkah mitigasi menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memperpanjang gencatan senjata sepihak di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran belum sepenuhnya mereda.
Kondisi ini dinilai masih menyimpan potensi gangguan terhadap pasokan energi global, yang pada akhirnya dapat berdampak langsung pada Indonesia.
Ia mengingatkan pemerintah agar tidak terlena oleh situasi gencatan senjata. Pasalnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak masih sangat tinggi, sehingga membuat posisi nasional rentan terhadap gejolak global, sekecil apa pun, terutama di kawasan penghasil energi.
“Keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata harus direspons dengan langkah cepat dan terukur. Ini menunjukkan potensi konflik terbuka masih ada. Kami khawatir, jika tidak segera diantisipasi, Indonesia akan menghadapi krisis energi berkepanjangan yang sulit dikendalikan,” kata Ratna di Jakarta, Rabu (22/4).
Ratna memaparkan, kebutuhan energi domestik saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, kapasitas produksi (lifting) minyak nasional hanya mampu menyuplai sekitar 605 ribu barel per hari.
Kesenjangan hampir 1 juta barel per hari yang harus dipenuhi melalui impor tersebut menjadi titik lemah yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kewaspadaan terhadap ancaman krisis energi tidak hanya sebatas menjaga ketersediaan BBM di SPBU. Menurutnya, hal ini juga berkaitan erat dengan stabilitas makroekonomi secara keseluruhan.
Jika tidak diantisipasi dengan langkah konkret, dampak yang ditimbulkan dapat bersifat sistemik, mulai dari lonjakan harga BBM dan tarif listrik, peningkatan inflasi, hingga terganggunya aktivitas sektor industri.
“Dampaknya sangat luas, mulai dari lonjakan harga BBM, inflasi, hingga melemahnya daya beli masyarakat. Selain itu, krisis energi berkepanjangan juga akan menambah beban APBN akibat meningkatnya kebutuhan subsidi energi,” tegasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
