
Wamen KKP Dr. Didit Herdiawan Ashaf dan jajaran melakukan kunjungan kerja ke Kampus Utama dan Kampus 2 (ex BRIN) Politeknik KP Sidoarjo diterima langsung jajaran Civitas Academika, Kamis (23/4). (Istimewa).
JawaPos.com – Pengembangan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) di Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sidoarjo mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP), Dr. Didit Herdiawan Ashaf, menilai inovasi budidaya ikan air tawar berbasis RAS berpotensi besar menjadi model percontohan nasional dalam mendukung ketahanan pangan.
Hal tersebut disampaikan Wamen KKP saat melakukan kunjungan kerja ke Kampus Utama dan Kampus 2 (ex BRIN) Politeknik KP Sidoarjo, Kamis (23/4). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya pengembangan teknologi budidaya yang efisien, adaptif terhadap keterbatasan lahan, serta mudah diterapkan oleh masyarakat luas, baik skala rumah tangga maupun kelompok pembudidaya.
Pada kunjungan di Kampus 2, Wamen KKP meninjau langsung kegiatan praktik taruna Program Studi Teknik Budidaya Perikanan (TBP) yang tengah membangun instalasi 12 unit kolam bundar berdiameter 1,5 meter. Kolam tersebut digunakan untuk budidaya pembesaran ikan nila berbasis teknologi RAS skala rumah tangga.
Dalam dialog interaktif, taruna menjelaskan bahwa sistem RAS memungkinkan efisiensi penggunaan air hingga 90 persen melalui mekanisme resirkulasi dan filtrasi. Selain itu, teknologi ini juga mendukung budidaya dengan padat tebar tinggi di lahan terbatas karena media pemeliharaan dapat menggunakan bak atau kolam bundar dengan berbagai ukuran.
Wamen KKP Dr. Didit Herdiawan Ashaf dan jajaran melakukan kunjungan kerja ke Kampus Utama dan Kampus 2 (ex BRIN) Politeknik KP Sidoarjo diterima langsung jajaran Civitas Academika, Kamis (23/4). (Istimewa).
Wamen KKP mengapresiasi keterlibatan aktif taruna dalam penerapan teknologi tersebut. Ia menilai praktik langsung di lapangan menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia perikanan yang adaptif dan inovatif.
“Kerjakan dengan baik dan rapi sehingga bisa menjadi percontohan. Setiap tahapan budidaya harus dilengkapi SOP atau petunjuk teknis yang jelas agar terstandar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selanjutnya, rombongan meninjau fasilitas budidaya di Kampus Utama yang telah lebih dahulu mengimplementasikan teknologi RAS. Direktur Politeknik KP Sidoarjo, Dr. Yaser Krisnafi, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 16 unit kolam bundar berdiameter 5 meter yang digunakan untuk budidaya ikan nila dan patin.
Wamen KKP Dr. Didit Herdiawan Ashaf dan jajaran melakukan kunjungan kerja ke Kampus Utama dan Kampus 2 (ex BRIN) Politeknik KP Sidoarjo diterima langsung jajaran Civitas Academika, Kamis (23/4). (Istimewa).
Kegiatan budidaya tersebut telah berlangsung selama dua bulan dan direncanakan dalam satu siklus pemeliharaan selama 3–4 bulan. Meskipun belum memasuki masa panen, hasil produksi telah mendapatkan permintaan pasar, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Selain itu, produk budidaya juga terintegrasi dengan kegiatan Teaching Factory (Tefa) Pengolahan Produk Perikanan.
Lebih lanjut, Yaser menyampaikan bahwa teknologi RAS yang dikembangkan di lingkungan kampus tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran, tetapi juga telah mulai diadopsi oleh pembudidaya ikan di wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai model usaha budidaya yang efisien dan modern.
Wamen KKP kembali menegaskan bahwa standardisasi menjadi faktor penting dalam pengembangan teknologi RAS agar dapat direplikasi secara luas. Menurutnya, penyusunan pedoman teknis yang aplikatif akan memudahkan masyarakat dalam mengadopsi teknologi tersebut, sekaligus memastikan keberlanjutan usaha budidaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022