
ILUSTRASI: Pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Lapangan Monas. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto dipastikan akan merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 bersama sekitar 50.000 buruh yang dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (1/5) besok.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi para pekerja setelah adanya pertemuan intens antara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dengan Presiden Prabowo pada Rabu (28/4). Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut membuahkan kesepakatan untuk merayakan hari bersejarah buruh di jantung ibu kota.
Perubahan Lokasi dari DPR ke Monas
Presiden KSPI yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengonfirmasi bahwa rencana awal aksi yang semula berlokasi di depan Gedung DPR RI resmi dipindahkan. Keputusan ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas respons cepat Presiden terhadap aspirasi kaum buruh.
"Setelah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai May Day dan masa depan Indonesia, kami memutuskan untuk merayakan May Day di Monas bersama Presiden dan elemen serikat pekerja lainnya," ujar Said Iqbal dikutip, Kamis (30/4).
Said Iqbal menjelaskan, langkah ini diambil karena Presiden Prabowo telah bersedia meluangkan waktu untuk bertemu dan mendengarkan langsung poin-poin perjuangan mereka. Pertemuan pada 28 April tersebut menjadi wadah bagi KSPI untuk menyampaikan 11 isu krusial yang saat ini menghantui kesejahteraan pekerja di tanah air.
Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Momentum Aspirasi
Bagi KSPI, kehadiran Presiden Prabowo di tengah-tengah massa buruh di Monas memiliki makna yang mendalam. May Day tahun ini tidak lagi dipandang sebagai sekadar perayaan tahunan tanpa isi, melainkan menjadi panggung nyata untuk menagih komitmen pemerintah dalam menyejahterakan rakyat kecil.
Said Iqbal menegaskan bahwa momentum ini sangat langka karena aspirasi buruh mendapatkan respons langsung dari orang nomor satu di Indonesia. Beberapa poin dari belasan isu yang dibawa diklaim telah mendapatkan penegasan dari Presiden untuk segera ditindaklanjuti.
"May Day bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum menyampaikan harapan dan tuntutan buruh. Dan dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden," tegasnya.
Meski pusat acara berada di Monas dengan estimasi total 100 ribu buruh dari berbagai elemen, pergerakan ini dipastikan akan bergema secara nasional. KSPI bersama Partai Buruh telah menginstruksikan kader dan anggotanya di 38 provinsi untuk melakukan aksi serupa di lebih dari 350 kota di seluruh pelosok negeri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022