
Foto ilustrasi kejadian dan tampang sopir taksi Green SM. (Platform X).
JawaPos.com - Pendalaman atas rangkaian kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) masih berjalan. Polisi fokus menangani temperan KRL lintas Cikarang dengan taksi listrik Green SM. Sementara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggali penyebab kecelakaan KRL vs Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek.
Direktur Lalu Lintas (Dirlntas) Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyampaikan bahwa pihaknya bersama Korlantas Polri masih mencari tahu penyebab taksi listrik Green SM mati mendadak di atas perlintasan sebidang Jalan Ampera. Untuk itu, sudah diturunkan tim ke lokasi kecelakaan. Pemeriksaan saksi-saksi, termasuk sopir taksi listrik tersebut juga dilakukan.
”Kami fokus dengan kendaraan di perlintasan sebidang. Kalau itu (kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL) mungkin dari KNKT nanti yang akan turun untuk masalah kereta api,” kata dia saat diwawancarai pada Kamis (30/4).
Menurut Komarudin, pihaknya memang hanya berwenang mendalami kecelakaan di atas perlintasan sebidang. Kecelakaan itu diduga sebagai pemicu terjadinya tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sejauh ini, pihaknya menduga ada 4 penyebab kecelakaan pertama terjadi. Salah satunya adalah faktor human error.
”Pertama human error, yang kedua faktor kendaraan, yang ketiga faktor jalan, yang keempat faktor cuaca. Itu yang kami lihat, mulai dari cuaca saat itu seperti apa, jalannya bagaimana, kendaraannya seperti apa, terus ada nggak unsur kelalaian dari pengendaranya. Itu masih dalam kajian ataupun penelitian kami,” ucap dia.
Komarudin menyebut, sampai saat ini sopir taksi listrik SM Green masih menjalani pemeriksaan. Namun, statusnya masih sebagai saksi. Belum ada penetapan tersangka dalam kecelakaan tersebut. Pemeriksaan sopir itu berlangsung di Polres Metro Bekasi. Proses itu memakan waktu karena ada banyak hal yang didalami oleh petugas.
”Masih proses pemeriksaan. Karena kan kami maraton, (sopir) masih terus menjalani pemeriksaan. Kami cek semuanya, mulai dari kesehatannya, kondisi psikologisnya seperti apa. Karena tentu ini kan dampaknya cukup luas ya, jadi harus ekstra detail kami lakukan pemeriksaan,” terang dia.
Polisi memastikan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Termasuk pemeriksaan saksi-saksi yang berada di atas KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Berdasar hasil penyelidikan sejauh ini, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kecelakaan itu bermula dari taksi listrik yang mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera.
Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu terjadinya insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Data terakhir siang tadi menyebut jumlah korban kecelakaan mencapai 106 orang. Sebanyak 90 korban luka-luka dan 16 korban meninggal dunia. Dari 90 korban luka, 46 diantaranya sudah diperbolehkan pulang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022