
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian mendukung kehadiran Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi).. (Dok. IST)
JawaPos.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian mendukung kehadiran Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi). Eks Kapolri itu berharap organisasi ini dapat memberikan masukan dan kritikan yang membangun untuk Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Tito berharap, ada tiga hal yang bisa dijaga oleh Perpukadesi. Yaitu organisasi ini jangan terlibat politik praktis, tidak melakukan intervensi kewenangan pimpinan pusat dan daerah, dan jangan sampai ada kepentingan persoalan pribadi yang membawa nama organisasi.
“Pemerintah juga bisa berinisiatif untuk memanfaatkan organisasi ini karena mereka memiliki kekayaan pengalaman memimpin daerah untuk memberikan masukan,” kata Mendagri di Jakarta, Senin (4/5).
Periode kepengurusan tahun 2026-2031 dipimpin oleh Jenderal TNI (HOR) H. Bibit Waluyo. Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menegaskan bahwa Perpukadesi tidak akan berpolitik praktis. Perpukadesi adalah organisasi bersifat terbuka, mandiri, kekeluargaan, dan bukan organisasi politik. Kontribusi dari mereka pun tidak akan melalui jalur politik.
“Para purna kepala daerah tidak memiliki kepentingan pribadi, melainkan ingin tetap memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” beber Bibit yang menjadi salah satu pendiri perkumpulan. Mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga mengingatkan bahwa pembangunan nasional tetap harus berjalan berlandaskan nilai-nilai Trigatra dan Pancagatra serta berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Pembentukan Perpukadesi berlandaskan semangat menghadirkan wadah silaturahmi bagi para purna kepala daerah di Indonesia. Meski baru berusia muda, kehadiran Perpukadesi istimewa karena belum banyak organisasi yang mampu menghimpun begitu banyak purna kepala daerah
Menurut Bibit, Perpukadesi menaruh perhatian penuh pada isu-isu publik dan kebijakan negara. Namun di saat yang sama menjaga jarak dengan semua kekuatan politik dan tidak melakukan kegiatan politik praktis. Selain Bibit, mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, menjadi Ketua Dewan Penasehat Perpukadesi.
Sekretaris Jenderal Perpukadesi Drs. Sokhiatulo Laoli, M.M. menuturkan bahwa perjalanan pembangunan Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan telah melewati berbagai momentum krusial dan dinamika yang kompleks. Dalam proses tersebut terjadi tarik-menarik kepentingan adalah sebuah keniscayaan. Namun, mereka percaya bahwa dinamika itu lahir bukan dari niat untuk merusak bangsa, melainkan dari keberagaman jalan dan cara yang dipilih untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Sejak awal reformasi, demokratisasi dan otonomi daerah telah membuka pintu seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengabdikan diri dalam kepemimpinan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Namun dalam praktek pelaksanaannya masih banyak yang harus diperbaiki, di sisi lain harus diakui pula bahwa perjalanan ini telah melahirkan barisan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
“Kami yang berkumpul hari ini, para Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab moral yang tinggi, bersepakat untuk menyatukan derap langkah dalam sebuah wadah pengabdian dan perjuangan melalui Perpukadesi,” kata Laoli yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Nias dua periode, yakni 2011-2016 dan 2016-2021.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022